INIGRESIK.COM – Kabupaten Gresik adalah daerah strategis di Jawa Timur yang tumbuh sebagai pusat industri sekaligus kota santri. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa (data 2024), Gresik terdiri dari 18 kecamatan dan memiliki garis pantai sepanjang 125 km.
Selain menjadi rumah bagi pelabuhan internasional dan kawasan industri JIIPE, Gresik juga dikenal sebagai kota religius, tempat dimakamkannya Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Dengan IPM 74,29 dan tingkat kemiskinan di bawah 9%, Gresik menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi digital.
Pendahuluan: Lebih dari Sekadar Kota Pelabuhan
Kabupaten Gresik, yang terletak di sisi barat Kota Surabaya, bukan sekadar wilayah penyangga ibu kota Jawa Timur. Ia adalah tanah sejarah, pelabuhan tua, pusat peradaban Islam di Nusantara, sekaligus salah satu kawasan industri paling vital di Indonesia.
Sebagai daerah yang terus berkembang pesat, Gresik hari ini menjadi simbol perpaduan tradisi dan modernitas. Dari pesisir Pulau Bawean hingga jantung kota Manyar, Gresik memancarkan potensi besar di bidang ekonomi, pendidikan, dan keagamaan.
1. Sejarah Singkat Gresik
Dalam catatan sejarah, Gresik dikenal sebagai gerbang penyebaran Islam pertama di Pulau Jawa. Dua wali besar dimakamkan di sini: Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim, yang keduanya turut membentuk identitas religius masyarakat.
Pada abad ke-14, pelabuhan Gresik sudah ramai oleh pedagang dari Gujarat, Persia, Tiongkok, hingga Arab. Jejak perdagangan itu bisa dilihat dari arsitektur tua, pemakaman kuno, dan budaya santri yang kental.
2. Data Demografi dan Wilayah Administratif
Berikut adalah gambaran umum Gresik dari sisi administratif dan kependudukan:
| Indikator | Data (2024) |
|---|---|
| Luas Wilayah | 1.191,26 km² |
| Jumlah Kecamatan | 18 |
| Jumlah Desa/Kelurahan | 356 |
| Jumlah Penduduk | 1.327.497 jiwa |
| Usia Produktif (15–59 th) | ± 66,4% dari total penduduk |
Wilayah Gresik terbagi menjadi dua karakter utama:
- Wilayah Perkotaan dan Industri (Kecamatan Gresik, Manyar, Kebomas)
- Wilayah Pedesaan dan Pesisir (Sidayu, Dukun, Ujungpangkah, Bawean)
3. Ekonomi: Industri Berat dan UMKM Lokal Bertumbuh Bersama
Gresik dijuluki sebagai Kabupaten Seribu Pabrik. Kawasan industri besar seperti:
- JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate)
- Petrokimia Gresik
- Semen Gresik
- serta perusahaan multinasional seperti Freeport, Wilmar, dan Maspion
menjadikan kabupaten ini sebagai kontributor utama PDRB Jawa Timur.
Fakta Ekonomi:
- PDRB 2024: Rp 119,27 triliun
- Pertumbuhan Ekonomi 2024: 4,79%
- Realisasi Investasi 2024: ± Rp 37 triliun
(79% di antaranya dari Penanaman Modal Asing)
UMKM Gresik Semakin Maju
Selain industri besar, ribuan pelaku UMKM lokal berkembang pesat, khususnya di sektor:
- Makanan olahan laut
- Batik tulis
- Kerupuk dan tahu
- Jasa digital kreatif
Program “Gresik Preneur” dari Disperindag turut mengembangkan kapasitas UMKM untuk masuk pasar online dan ekspor.
4. Pendidikan dan IPM
Kabupaten Gresik mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 78,93 pada 2024, termasuk kategori tinggi. Kenaikan IPM ini didorong oleh:
- Akses pendidikan menengah & tinggi
- Penurunan angka kemiskinan
- Layanan kesehatan yang merata
Institusi pendidikan unggulan di Gresik meliputi:
- Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)
- Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG)
- Universitas Qomaruddin
- MA Mambaus Sholihin Suci
- SMKN 1 Gresik
5. Budaya, Tradisi, dan Wisata Religi
Gresik dikenal sebagai kota santri dan pusat wisata religi. Tradisi dan budaya yang mengakar dalam masyarakat masih terus dijaga, seperti:
- Nyadran Laut (Ujungpangkah, Bawean)
- Haul Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim
- Sedekah Bumi dan Pawai Budaya
Destinasi Wisata Religi dan Alam:
- Makam Sunan Giri & Malik Ibrahim (wisata religi)
- Pantai Delegan (pesisir Manyar)
- Pulau Gili Noko & Noko Selayar (Bawean)
- Air Terjun Laccar (Bawean)
- Sentra oleh-oleh Pudak dan Otak-otak Bandeng (pusat kota Gresik)
Catatan: Beberapa tempat yang dulu populer seperti Bukit Jamur saat ini tidak lagi dibuka untuk umum dan tidak disarankan sebagai destinasi utama.
6. Tantangan dan Peluang Gresik ke Depan
Tantangan:
- Ketimpangan antara kawasan industri dan pesisir
- Polusi udara dan air dari sektor manufaktur
- Kebutuhan akan transportasi massal modern
Peluang Besar:
- Akses Tol Trans-Jawa & Pelabuhan Internasional
- Bonus demografi: usia produktif dominan
- Peningkatan digitalisasi layanan publik dan UMKM
Kesimpulan: Gresik adalah Masa Depan Jawa Timur
Dengan sejarah yang kaya, ekonomi yang kokoh, dan generasi muda yang semakin terdidik, Gresik tidak hanya layak dikenal sebagai kabupaten industri, tapi juga sebagai model daerah tumbuh yang tetap menjaga akar budaya dan nilai spiritualnya.
Gresik hari ini adalah kota santri, kota industri, dan kota harapan untuk masa depan Indonesia Timur.

