INIGRESIK.COM – Menghadapi eskalasi tantangan kesehatan indra penglihatan di Indonesia, Eyelink Group mempertegas posisinya sebagai pemimpin pasar layanan kesehatan mata.
Melalui ajang Eyelink Conference 2026 yang digelar di Aston Gresik Hotel & Conference Center, Sabtu (24/1), grup yang menaungi RS & Klinik Mata KMU ini meluncurkan strategi transformasi “Lead, Learn & Grow” untuk memperluas akses layanan sub-spesialis ke berbagai pelosok negeri.
Capaian 16 Tahun: Dari 1,7 Juta Pasien hingga Operasi Gratis
Sejak berdiri pada tahun 2010, Eyelink Group telah mencatatkan angka statistik yang signifikan dalam peta kesehatan nasional. President Director Eyelink Group, Muhammad Rusli, ST., MMT., M.M., memaparkan data performa perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan masif dan dampak sosial yang nyata:
- Total Penanganan: Lebih dari 1,7 juta keluhan mata masyarakat telah terlayani.
- Tindakan Medis: Melakukan lebih dari 100.000 operasi katarak secara profesional.
- Filantropi (CSR): Memberikan 38.000 operasi katarak gratis dan mendistribusikan 20.000 kacamata gratis bagi warga prasejahtera.
“Strategi jangka menengah kami fokus pada digitalisasi dan keberlanjutan (sustainability). Kami tidak hanya bicara soal medis, tapi bagaimana teknologi bisa mempermudah akses kesehatan mata,” ujar Rusli.
Inovasi Layanan Sub-Spesialis Retina dan Myopia Control
Founder Eyelink Group, dr. Uyik Unari, SpM(K), menekankan bahwa inovasi teknologi menjadi kunci utama dalam menghadapi gangguan refraksi yang kian kompleks. Eyelink kini mulai mengintegrasikan layanan sub-spesialisasi yang sebelumnya sulit diakses di daerah.
“Terbaru, kami telah menambahkan layanan Retina dan Myopia Control di berbagai cabang RS & Klinik Mata KMU. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan standar perawatan yang sama, baik di kota besar maupun di daerah melalui ekspansi cabang kami,” jelas dr. Uyik.
Gresik sebagai Cikal Bakal Pusat Mata Nasional
Kehadiran Eyelink Group mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, menyatakan bahwa kompetensi puluhan dokter spesialis mata di bawah bendera Eyelink merupakan aset vital bagi ketahanan kesehatan masyarakat.
“Eyelink Group memiliki potensi besar untuk menjadi cikal bakal Pusat Mata Nasional di Gresik. Kontribusi mereka sangat terasa, mulai dari edukasi di tingkat Puskesmas hingga inisiasi Desa GEMAS (Gerakan Mata Sehat). Yang paling utama, mereka tidak membedakan kualitas layanan antara pasien BPJS Kesehatan dan umum,” tegas dr. Alif.
Keputusan Eyelink Group untuk masuk ke ranah Myopia Control dan layanan Retina adalah langkah strategis yang sangat tepat waktu. Data global menunjukkan tren peningkatan miopia (rabun jauh) yang tajam pada generasi muda akibat screen time yang tinggi.
Dengan mengintegrasikan skema BPJS tanpa menurunkan kualitas layanan, Eyelink berhasil menjawab tantangan “ketimpangan akses” kesehatan yang selama ini menjadi isu di kota-kota satelit seperti Gresik. Model keberlanjutan melalui Desa GEMAS juga bisa menjadi blueprint nasional untuk menurunkan angka kebutaan akibat katarak.
Memasuki usia ke-16, Eyelink Group bertransformasi dari penyedia layanan mata regional menjadi entitas kesehatan berskala nasional. Dengan kombinasi layanan sub-spesialis, teknologi terkini, dan program sosial yang agresif, visi “Meaningful Life” bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan menuju penglihatan Indonesia yang lebih sehat.

