INIGRESIK.COM – Wilayah Jawa Timur diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa pagi (27/1/2026). Guncangan yang berpusat di selatan Jawa ini tidak hanya dirasakan di sekitar pusat gempa, tetapi juga menjalar hingga kawasan pesisir utara seperti Kabupaten Gresik, memicu kepanikan di sekolah dan perkantoran.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat berkekuatan Magnitudo 5,5 dan terjadi tepat pada pukul 08.20 WIB.
Pusat Gempa Dekat Pacitan–Trenggalek
BMKG melaporkan pusat gempa berada di darat, sekitar 25 kilometer Timur Laut Pacitan, sangat dekat dengan wilayah Kabupaten Trenggalek. Gempa ini memiliki kedalaman 105 kilometer, yang masuk kategori gempa bumi menengah.
Karakter gempa menengah seperti ini umumnya bisa dirasakan di wilayah yang cukup luas, meskipun dampak kerusakan di daerah yang jauh dari pusat gempa relatif kecil.
BMKG juga memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga Berhamburan, Aktivitas Sempat Terhenti
Getaran gempa di Trenggalek dan Pacitan dilaporkan cukup kuat hingga membuat warga yang berada di dalam bangunan memilih keluar untuk menyelamatkan diri. Kepanikan terjadi secara spontan karena guncangan dirasakan tiba-tiba saat aktivitas pagi berlangsung.
Dampaknya juga terasa di Kabupaten Gresik. Sejumlah kantor dan sekolah dilaporkan sempat menghentikan aktivitas sementara.
Salah satunya terjadi di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO). Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, siswa dan guru segera keluar ruangan menuju area terbuka sebagai langkah antisipasi.
“Siswa SMAMIO sempat keluar gedung saat pembelajaran sebagai antisipasi keamanan,” ujar Dika, salah satu pekerja di lingkungan sekolah tersebut.
Evakuasi mandiri berlangsung tertib tanpa laporan korban maupun kerusakan bangunan di wilayah Gresik.
Mengapa Gresik Bisa Ikut Terasa?
Meski jaraknya cukup jauh dari pusat gempa, getaran bisa terasa hingga Gresik karena beberapa faktor, seperti:
- Kedalaman sumber gempa
- Struktur batuan bawah permukaan
- Karakter tanah di wilayah pesisir utara
- Konstruksi bangunan bertingkat
Kawasan perkotaan dan industri seperti Gresik cenderung lebih sensitif terhadap getaran karena banyaknya gedung tinggi.
Pengingat Pentingnya Mitigasi Gempa
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya edukasi mitigasi bencana, khususnya di sekolah dan perkantoran. Prosedur seperti:
- Segera keluar menuju titik kumpul
- Menjauhi kaca dan benda gantung
- Tidak menggunakan lift saat gempa
- merupakan langkah keselamatan dasar yang bisa meminimalkan risiko.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti pembaruan resmi dari BMKG dan pihak berwenang terkait perkembangan situasi gempa.

