INIGRESIK.COM – Berikut kita simak tulisan tentang penawar penyakit Itu bernama madu dan Al Quran
Betapa mengagumkan kualifikasi Firman Allah tentang madu, di dalam Al-Gur’an:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarangsarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (OS An-Nahl (16): 68-69).
Demikian pula sabda Rasulullah
“Hendaklah kalian menggunakan dua terapi penyembuhan penyakit: yaitu dengan madu dan Al-Qur’an an.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan Al-Hakim dalam kitab Sahih-nya, dan Al-Haetsami berkata: sanad Hadits-nya shahih.
BACA JUGA
- Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka hingga 31 Mei, Kemenag Tawarkan Program S1–S3 dan Double Degree
- Menghadapi Tantangan Zaman, Eks Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Proses Pendidikan di Pramilad ke-31 SD Mugeb Gresik
- Rekrutmen Dibuka 11 April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Ekspansi Layanan hingga Wilayah Timur Indonesia
- 9 Warga Gresik Tertipu Rekrutmen ASN, Rugi hingga Rp150 Juta, Pemkab Tegaskan Seleksi Hanya Lewat SSCASN
- Dari Gresik ke Podium Dunia: Hanif dan Nayla Buktikan Anak Daerah Bisa Taklukkan Ajang Internasional 2025
Madu adalah penawar bagi setiap penyakit, dan Al Gur an adalah penawar bagi penyakit yang terdapat di dalam dada (hati), maka hendaklah kamu hendaklah kalian menggunakan dua terapi penyembuhan penyakit yaitu dengan madu dan Al-Gur’an.” “
Dalam kitab “At-Thib min Al-Kitab wa Al-Sunnah” (Pengobatan dari Al-Gur’an dan Sunah), karya Maufig Al-Din Al-Baghdadi, dikatakan: bahwa Rasulullah meminum segelas madu dicampur air, setiap hari sebelum sarapan.
Hikmah meminum madu sangat menakjubkan untuk memelihara kesehatan. Abu Ourath, seorang bapak medis, yang telah berusia lebih dari 108 tahun, ia selalu mengonsumsi madu setiap hari. Hal yang sama dilakukan oleh penyair Yunani, Anacreon, yang hidup 115 tahun.

