INIGRESIK – Dua pelajar asal SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik, Hanif Ahmad Ridho dan Nayla Rahmawijaya, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional pada tahun 2025 melalui prestasi luar biasa di bidang olahraga arung jeram dan penelitian sains.
Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan asal daerah bukanlah penghalang untuk bersaing dengan perwakilan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Brasil.
Perjalanan menuju podium internasional tidaklah instan. Hanif Ahmad Ridho, yang fokus di cabang olahraga arung jeram, harus menjalani rutinitas latihan fisik yang sangat berat.
Baca Juga: Strategi Tembus Penerbit Walikota dan Tantangan AI: Ahmad Faizin Karimi Bedah Rahasia Dunia Penulis
Setiap pagi, ia wajib melakukan jogging sejauh 5 kilometer dengan setoran data melalui aplikasi Strava, diikuti latihan di air hingga petang. Kedisiplinan ini meraih posisi kedua dalam ajang internasional di Malaysia, mengalahkan pesaing dari berbagai negara dengan postur fisik yang jauh lebih besar.
Di sisi lain, Nayla Rahmawijaya membuktikan ketajamannya di bidang akademik melalui penelitian karya tulis ilmiah (KTI). Salah satu inovasi unggulannya adalah pemanfaatan bakteri methanotroph dari tanah hutan bakau di Gresik untuk mereduksi gas metana—penyebab utama pemanasan global.
Penelitian bertema farmasi ini juga berhasil menyabet juara di tingkat internasional setelah melalui sesi tanya jawab ketat dengan juri dari Tiongkok.
Baca Juga: Kesempatan Emas, Program Magang ke Jepang Dibuka, Warga Gresik Bisa Daftar hingga 19 Juni 2026
Kedua “Pahlawan Lokal” mengakui bahwa prestasi besar menuntut pengorbanan yang tidak sedikit. Hanif dan Nayla harus merelakan waktu bermain khas remaja demi fokus pada impian mereka.
“Pengorbanan terbesar adalah waktu. Saat teman-teman lain nongkrong, saya harus latihan. Kadang sampai merasa mual karena lelah, tapi konsistensi adalah kuncinya,” ungkap Hanif dalam bincang-bincang di podcast Ini Gresik.
Nayla menambahkan bahwa dukungan sekolah sangat krusial. Smamio sebagai sekolah riset memberikan kekecewaan bagi mereka untuk fokus pada kompetisi tanpa meninggalkan kewajiban akademik, termasuk dukungan dari guru dan koordinator penelitian yang membimbing dari nol.
Setelah menuntaskan jenjang SMA, keduanya telah memiliki target yang jelas. Hanif memfokuskan diri untuk mendaftar menjadi anggota TNI, sementara Nayla bertekad melanjutkan studi ke jurusan Farmasi, sejalan dengan fokus penelitian yang ia geluti selama ini.
Keberhasilan Hanif dan Nayla memberikan dampak positif bagi motivasi pemuda di Gresik. Mereka menekankan bahwa bakat hanyalah mitos tanpa latihan yang konsisten. Nayla mengutip pesan Najwa Shihab, “Jika mimpimu belum membuatmu takut, berarti mimpimu belum cukup besar.”
Prestasi ini menegaskan bahwa Gresik memiliki potensi sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global jika didukung dengan ekosistem pendidikan yang tepat dan semangat pantang menyerah dari para pelakunya. Kita nantikan kiprah selanjutnya dari pahlawan lokal ini di masa depan.

