Antara Respon Imun dengan Rentan Penyakit Seseorang?
Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme.
Sistem imun atau kekebalan tubuh pada setiap manusia berbeda-beda. Hal ini bisa dilihat dari penyebab dan kebiasaan masing masing orang, antara lain merokok, minum minuman keras, asupan diit/makanan, tingkat stres, pajanan radiasi/polutan (di rumah & tempat kerja), serta status nutrisi.
Secara garis besar sistem kekebalan tubuh manusia dibagi 2 jenis yaitu : 
Kekebalan tubuh yang tidak spesifik, Disebut tidak spesifik karena sistem kekebalan tubuh ini ditujukan untuk menangkal masuknya segala macam zat dari luar yang asing bagi tubuh yang dapat menimbulkan kerusakan tubuh/ penyakit seperti berbagai macam bakteri, virus, parasit atau zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Misalnya kulit yang luka, gangguan keasaman lambung, gangguan gerakan usus atau gangguan proses penelanan kuman/ zat asing oleh sel darah putih (sel leukosit). 
Kekebalan tubuh spesifik, Bila masuknya kuman/zat asing tidak dapat ditangkal oleh daya tahan tubuh yang tidak spesifik seperti yang telah dijelaskan di atas, maka diperlukan sistem kekebalan tubuh dengan tingkat yang lebih tinggi atau spesifik untuk mencegah masuknya kuman- kuman tertentu yang lolos dari pertahanan tubuh yang tidak spesifik. 
Secara garis besar komponen sistem kekebalan tubuh terdiri atas: 
Sistem kekebalan humoral, Sistem kekebalan ini terdiri dari 5 jenis antibodi (imunoglobulin) yaitu imunoglobulin M, G,A, E dan D. 
Imunoglobulin M: Antibodi ini berperan pada reaksi kekebalan awal misalnya terhadap penyakit infeksi tahap awal. Antibodi ini tidak dapat ditransfer dari ibu ke janin melalui plasenta (ari-ari). 
Imunoglobulin G : Berperan pada reaksi kekebalan sekunder (lanjutan). 
Imunoglobulin A :Terdapat pada permukaan selaput lendir misalnya saluran cerna atau saluran napas.
Imunoglobulin E :Imunoglobulin ini menempel pada sel mast yang bila berikatan dengan zat asing akan menyebabkan pecahnya sel mast, yang mempunyai fungsi untuk menimbulkan reaksi peradangan yang bertujuan untuk memusnahkan kuman atau zat berbahaya dari luar. 
Imunoglobulin D : Kadarnya sangat kecil dan fungsinya belum jelas. 
Sistem kekebalan selular (Imunitas selular), diperankan oleh sel limfosit T dan sel monosit/makrofag. Untuk melaksanakan fungsinya, sel kekebalan akan berhubungan satu sama lain (kontak antar sel) melalui zat yang disebut sitokin yang diproduksi oleh sel terkait. 
Faktor- faktor yang mempengaruhi kekebalan tubuh : 
Infeksi, Pada penderita infeksi berat dapat mengalami gangguan kekebalan tubuh sehingga sering menderita komplikasi infeksi lain. Misalnya penderita infeksi berat yang dirawat di ICU. 
Penyakit ganas, Penyakit ganas misalnya kanker dapat menekan sistem kekebalan tubuh sehingga mudah mendapat komplikasi infeksi 
Obat-obatan, Beberapa jenis obat-obatan dapat menekan sistem kekebalan tubuh seperti golongan kostikosteroid misalnya penggunaan prednison jangka panjang, obat anti kanker dan lain-lain. Oleh karena itu bagi penderita yang mendapat obat-obat tersebut perlu pengawasan yang baik supaya tidak terjadi komplikasi infeksi. 
Gangguan gizi, Seseorang yang mengalami kekurangan gizi (protein, vitamin dan mineral) akan mengalami gangguan kekebalan tubuh karena zat-zat tersebut sangat diperlukan pada system kekebalan tubuh. Protein merupakan zat pembentuk imunoglobulin, komplemen serta sel-sel kekebalan tubuh dan lain-lain. 
Usia, Pada usia muda (bayi atau balita) , sistem kekebalan tubuh belum sempurna, sedangkan usia tua, system kekebalan tubuhnya mulai menurun sehingga kedua kelompok usia tersebut sangat rentan terhadap infeksi.
sumber : RZ 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});