INIGRESIK.COM – Hingga berakhirnya masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, baru 644 jemaah asal Kabupaten Gresik yang dinyatakan lunas dan siap berangkat. Sementara itu, puluhan calon jemaah lainnya masih menunggu kepastian kuota tambahan.
Berdasarkan data monitoring pelunasan Bipih Jawa Timur per 9 Januari 2026, Kabupaten Gresik memiliki kuota 2.173 jemaah haji. Dari jumlah tersebut, tercatat 1.787 jemaah telah melakukan pelunasan pada tahap pertama dan kedua. Namun, yang benar-benar masuk kuota keberangkatan baru 644 jemaah, sedangkan 1.143 jemaah masih berstatus belum lunas atau menunggu kepastian kuota.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag/Kemenhaj) Kabupaten Gresik, H. Lulus, menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan adanya sistem kuota dan jemaah cadangan.
“Ada jemaah cadangan yang sudah melunasi tetapi belum bisa berangkat. Mereka baru dapat diberangkatkan apabila ada jemaah yang menunda atau tidak memenuhi syarat,” ujar H. Lulus, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, saat ini masih terdapat sekitar 40 jemaah asal Gresik yang menunggu panggilan keberangkatan, sembari berharap adanya kuota tambahan atau pelimpahan dari jemaah yang menunda.
Secara regional, Jawa Timur mencatat 1.582 jemaah cadangan yang telah melunasi Bipih namun belum memperoleh kepastian keberangkatan. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji yang belum sepenuhnya sebanding dengan kuota reguler.
Diketahui, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah membuka masa pelunasan Bipih tahap kedua pada 2–9 Januari 2026. Tahap ini diperuntukkan bagi jemaah yang belum melunasi pada tahap pertama, termasuk jemaah pendamping lansia, penggabungan mahram, serta jemaah cadangan.
Menjelang masuknya rangkaian persiapan haji, bulan sabit (hilal) menjadi simbol dimulainya fase penantian menuju Tanah Suci. Bagi calon jemaah Gresik yang masih berstatus cadangan, momen ini menjadi pengingat untuk tetap bersabar dan mempersiapkan diri.
Kemenag Gresik mengimbau seluruh calon jemaah untuk terus mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi, sembari menunggu perkembangan terkait kemungkinan penambahan kuota haji tahun 2026.

