Damar kurung merupakan ikon kota yang tertua di Kota Gresik seperti yang tertulis pada buku Mocopat karena Damar kurung telah ada sejak zaman Pemerintahan Sunan Giri, Kolonial Belanda dan Jepang, hingga sekarang. Damar Kurung sendiri merupakan karya seni unik. Dalam pandangan seni rupa, lukisan lukisan nenek Masmundari ini sedemikian unik sehingga pernah mendapat perhatian khusus dari Presiden RI, bahkan seni lukis ‘Damar Kurung’ ini sudah mendapatkan pengakuan dari negara asing seperti Australia, Belanda, dan Perancis
Adanya sekelompok anak muda Gresik yang semakin peduli dengan keberadaan Damar kurung ini setidaknya bisa menjadi benih dan nafas panjang bagi kelestarian budaya asli Gresik ini. Seperti dipelopori Oleh Komunitas Gresik Seruu yang meenyelenggarakan rangkaian Damar Kurung Festival yang puncaknya berlangsung 11-12 Juli 2015 bertempat didepan gedung Telkom 
Tidak kurang ada 180 damar kurung dipamerkan,” ujar Novan selaku penanggung jawab kegiatan Minggu
(12/7/2015).Karya tersebut berasal dari 4 desa antara lain Duduk Sampeyan, Sidomukti, Cerme dan TlogoPatut
“Dalam festival kali ini ada lima budaya Gresik yang mewakili seni lukis
damar kurung. Kelima budaya yang dimaksud adalah budaya Tanjung Jauh
Bawean, Kraton Giri, urban, perbatasan, dan budaya pesisir masyarakat
Gresik” Imbuh pemuda yang juga pegiat Damar kurung ini
Novan Effendy menambahkan, selain melalui festival setiap tahun. Untuk melestarikan seni lukis damar kurung. Komunitasnya juga menggelar safari workshop di berbagai tempat. Tujuan safari workshop tersebut agar kesenian tersebut tidak hanya dikenal di masyarakat kota dan pesisir saja. Tapi, masyarakat selatan Gresik juga harus diaplikasikan dalam bentuk lukisan.

“Mudah-mudahan melalui cara kami ini kesenian damar kurung dikenal lebih luas lagi. Tidak hanya masyarakat Gresik melainkan juga masyarakat dari daerah lain,” tuturnya.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});