INIGRESIK.COM – Warga RT 5 RW 2 Dusun Sumengko Selatan, Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, mengeluhkan keberadaan sebuah pabrik aluminium yang sudah lama beroperasi di kawasan mereka. Pabrik yang memproduksi perabot rumah tangga ini diduga belum memiliki izin resmi, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Keberadaan pabrik ini dinilai bermasalah karena tidak ada sosialisasi atau izin lingkungan yang dikeluarkan sejak awal berdirinya. Warga khawatir dengan dampak yang ditimbulkan, terutama terkait izin peruntukan lahan dan aspek lingkungan.
Saat tim media melakukan investigasi pada Kamis 27 Februari 2025, terlihat puluhan pekerja tengah menjalankan aktivitas produksi. Namun, ketika ditanya tentang keberadaan pemilik pabrik, para pekerja mengaku bahwa “bos” mereka sedang tidak ada di tempat.
Tim media kemudian mencoba mendatangi rumah pemilik perusahaan, yang lokasinya berdekatan dengan pabrik. Seorang perempuan yang menerima kedatangan tim media menyatakan bahwa pemilik usaha, Rudi Hartoyo, sedang berada di Surabaya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Satuman, mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan atau izin dari pemilik pabrik sejak awal pembangunan hingga operasionalnya berjalan.
BACA JUGA : Polres Gresik Gelar Operasi Pekat Semeru 2025 untuk Jaga Keamanan Menjelang Ramadan dan Idul Fitri
“Selama ini tidak ada pemberitahuan ke saya selaku RT, mulai dari awal membangun gudang sampai usahanya berjalan. Pak Rudi gak pernah izin ke saya. Usahanya apa, jumlah karyawannya berapa, saya juga tidak tahu,” ungkap Satuman.
Ketika dikonfirmasi oleh tim media, pemilik pabrik, Rudi Hartoyo, justru memberikan jawaban yang terkesan menantang.
“Kalau usaha saya tanpa izin, kalian mau apa?” ujar Rudi dengan nada menantang.
Pabrik ini kini menjadi sorotan warga karena selain diduga tidak memiliki izin usaha, operasionalnya juga dianggap mengabaikan prosedur administratif yang seharusnya dijalankan. Warga berharap ada tindakan dari pihak berwenang untuk memastikan kepatuhan hukum dan menghindari dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Artikel ini dibuat dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) namun data yang di peroleh di hasilkan dari riset.

