INIGRESIK.COM – Kabupaten Gresik kembali mencatat stabilitas jumlah Sekolah Dasar (SD) pada tahun ajaran 2024/2025, dengan total sebanyak 465 sekolah. Dari angka tersebut, sebanyak 389 sekolah (83,7%) berstatus negeri, dan 76 sekolah lainnya (16,3%) merupakan SD swasta.
Menariknya, Kecamatan Driyorejo menjadi wilayah dengan jumlah SD terbanyak, yakni 42 sekolah, yang terdiri dari 36 SD negeri dan 6 SD swasta. Angka ini bahkan melampaui Kecamatan Kebomas dan Gresik yang sebelumnya dikenal sebagai pusat layanan pendidikan dasar.
10 Kecamatan dengan Jumlah SD Terbanyak di Gresik (2024/2025)
| Kecamatan | SD Negeri | SD Swasta | Total |
|---|---|---|---|
| Driyorejo | 36 | 6 | 42 |
| Kebomas | 36 | 5 | 41 |
| Manyar | 27 | 8 | 35 |
| Gresik (Kota) | 25 | 8 | 33 |
| Menganti | 24 | 6 | 30 |
| Cerme | 28 | 2 | 30 |
| Bungah | 30 | 2 | 32 |
| Sidayu | 24 | 2 | 26 |
| Balongpanggang | 26 | 1 | 27 |
| Wringinanom | 26 | 5 | 31 |
Sekolah Negeri Masih Jadi Tulang Punggung Pendidikan Dasar
Dengan dominasi 389 SD negeri dari total 465, terlihat bahwa sekolah negeri masih menjadi penyedia utama layanan pendidikan dasar di Gresik. Pemerataan jumlah sekolah ini menjadi modal penting dalam memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah dasar, dari daratan hingga kepulauan.
Namun demikian, peran sekolah swasta juga tetap terlihat, terutama di daerah padat penduduk seperti Manyar, Gresik Kota, dan Driyorejo, yang masing-masing memiliki 6 hingga 8 SD swasta.
Arah Kebijakan dan Tantangan
Meski secara kuantitatif tergolong mencukupi, tantangan ke depan tetap ada. Pemerintah daerah perlu menjaga kualitas pendidikan, terutama di SD negeri yang jumlahnya dominan, agar tidak terjadi kesenjangan mutu dengan sekolah swasta unggulan.
Selain itu, wilayah kepulauan seperti Sangkapura dan Tambak yang hanya memiliki total 30 dan 20 SD, sebagian besar negeri, memerlukan perhatian lebih dalam hal distribusi guru, infrastruktur, dan digitalisasi.

