INIGRESIK.COM – Kabar gembira menghampiri para pemilik kendaraan bermotor di seluruh Indonesia pada pekan ketiga bulan ini. PT Pertamina bersama sejumlah pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum swasta resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis bensin mulai 23 Agustus 2026.
Penyesuaian ini melanjutkan tren penurunan harga yang telah ditetapkan sejak awal Agustus lalu. Mayoritas penyedia bahan bakar kompak memangkas harga bensin RON 92 hingga RON 98. Namun, pengguna BBM jenis diesel justru harus bersiap menghadapi kenaikan harga yang cukup signifikan.
Bagi masyarakat pengguna setia Pertamax, dompet Anda dipastikan bisa bernapas sedikit lebih lega. Pertamina menurunkan harga BBM RON 92 tersebut dari sebelumnya Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Penurunan sebesar Rp300 ini tentu sangat berarti untuk efisiensi pengeluaran harian.
Tidak hanya Pertamax reguler, varian BBM ramah lingkungan Pertamax Green 95 juga mengalami penurunan harga. Produk dengan angka oktan 95 ini kini dibanderol Rp16.600 per liter dari harga semula Rp17.000. Pengendara yang menginginkan performa mesin lebih optimal mendapatkan penawaran yang lebih ekonomis.
Penurunan paling tajam terjadi pada BBM kelas superior milik BUMN, yakni Pertamax Turbo. Bahan bakar bernilai oktan tinggi ini dipangkas hingga Rp1.000 per liter. Harganya merosot dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter di seluruh SPBU Pertamina.
Di tengah tren penurunan harga bensin nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan sama sekali. Pertalite tetap dijual seharga Rp10.000 per liter. Begitu pula dengan Solar subsidi atau Biosolar yang harganya bertahan di angka Rp6.800 per liter.
Langkah penurunan harga bensin ini juga diikuti oleh penyedia SPBU swasta seperti BP-AKR dan Vivo. Langkah persaingan harga ini memberikan variasi pilihan yang menarik bagi konsumen kendaraan pribadi di wilayah perkotaan.
BP-AKR memangkas harga produk BP 92 menjadi Rp16.130 per liter dari sebelumnya Rp16.670. Sementara itu, varian BP Ultimate yang setara RON 95 kini dijual Rp16.760 per liter, turun cukup jauh dari posisi bulan lalu yang mencapai Rp17.240.
Jaringan SPBU Vivo turut menyesuaikan tarif dengan menurunkan harga Revvo 92 menjadi Rp16.130 per liter. Angka ini sama persis dengan harga bensin RON 92 milik BP-AKR. Konsumen kini menikmati harga bensin berkualitas yang kian kompetitif di pasaran.
Sayangnya, kondisi berbalik terjadi pada sektor BBM jenis diesel dan beberapa varian bensin tertentu. Para pemilik kendaraan bermesin diesel harus merogoh kocek lebih dalam karena adanya kenaikan harga serentak dari seluruh pengelola SPBU swasta.
BP Ultimate Diesel mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp21.340 menjadi Rp21.910 per liter. Kenaikan serupa juga dialami oleh konsumen Shell, di mana produk Shell V-Power Diesel kini dipatok pada harga Rp21.910 per liter.
SPBU Vivo tak ketinggalan menaikkan harga produk Diesel Primus miliknya menjadi Rp21.910 per liter. Bahkan untuk jenis bensin Revvo 95, Vivo sedikit mengerek harganya dari Rp16.670 menjadi Rp17.760 per liter pada periode penyesuaian kali ini.
Sementara itu, untuk segmen diesel Pertamina, produk Dexlite terpantau stabil pada harga Rp19.700 per liter. Pertamina Dex juga tidak mengalami perubahan harga dan bertahan di angka Rp21.150 per liter di seluruh jaringan SPBU resmi.
Dinamika penyesuaian harga BBM ini sangat memengaruhi pola konsumsi harian masyarakat penglaju. Dengan penurunan harga bensin nonsubsidi, beban biaya transportasi harian bagi pekerja yang mengandalkan kendaraan pribadi dapat berkurang secara berkala.
Perubahan harga ini juga menjadi angin segar bagi efisiensi arus logistik ringan di berbagai kota besar. Konsumen disarankan untuk terus memantau pembaruan harga secara berkala sebelum melakukan pengisian bahan bakar di SPBU terdekat.
Secara keseluruhan, penyesuaian harga BBM per 23 Agustus 2026 memberikan peta harga baru yang bervariasi bagi pemilik kendaraan. Ke depan, kecenderungan pergerakan harga BBM diprediksi akan terus mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia serta nilai tukar mata uang.

