INIGRESIK.COM – Upaya Pemkab Gresik dalam menekan angka pengangguran kembali digencarkan lewat gelaran Gresik Job Fair 2025 yang berlangsung di SMAN 1 Driyorejo, selama dua hari, 2–3 Juli 2025.
Tahun ini, sebanyak 2.949 lowongan kerja ditawarkan dari 43 perusahaan, meningkat tajam dibanding tahun 2024 yang hanya menyediakan 1.495 posisi.
Detail Lowongan:
- 635 posisi untuk tenaga kerja yang menguasai bahasa asing
- 495 untuk yang sudah berpengalaman
- 603 bagi lulusan freshgraduate
- 42 untuk tenaga kerja bersertifikasi
- Berdasarkan sektor:
- 816 posisi di industri
- 546 di sektor hospitality
- 413 di bidang administrasi
Rekrutmen Langsung & Akses Mudah
Tidak hanya menyuguhkan data lowongan, walk-in interview juga digelar langsung di lokasi. Hal ini dinilai mempermudah proses rekrutmen antara pencari kerja dan perusahaan.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menegaskan bahwa Job Fair bukanlah formalitas. “Kami pastikan semua proses — dari verifikasi AK1 hingga rekrutmen — dikawal agar betul-betul memberi manfaat,” ujarnya.
Ia juga meminta para camat dan kepala desa turut aktif memantau sistem rekrutmen daring melalui platform Gresik Kerja, agar tak ada warga yang tertinggal informasi.
Evaluasi & Pemerataan Kesempatan Kerja
Pemilihan lokasi di Driyorejo dilakukan setelah mengevaluasi penyelenggaraan tahun lalu yang digelar di pusat kota. Tercatat dari 5.828 pencari kerja tahun 2024, sebagian besar hanya dari wilayah tengah dan utara.
“Dengan memindahkan lokasi ke wilayah selatan, kami berharap pemerataan informasi dan akses kerja bisa lebih optimal,” jelas Zainul Arifin, Kepala Disnaker Gresik.
Capaian Job Fair Tahun Lalu:
- 1.495 posisi dibuka
- 1.313 pencari kerja diterima langsung di tempat
- Mayoritas lowongan untuk tenaga kerja berbahasa asing dan berpengalaman
Suara Masyarakat
M. Ridho (26), pencari kerja asal Bungah mengaku terbantu. “Saya bisa langsung temukan lowongan sesuai jurusan SMK saya, dan ikut seleksi di tempat,” tuturnya.
Komitmen Berkelanjutan
Pemkab Gresik menargetkan agar Job Fair bisa digelar 3–4 kali setahun dan terus mengembangkan program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. Harapannya, warga Gresik dapat bersaing di pasar kerja regional hingga nasional.

