INIGRESIK.COM – Banyak negara di dunia melestarikan aksara lokal dengan menggunakannya dalam penamaan jalan atau tempat, seperti Jepang, Korea, China, Thailand, India, dan negara-negara di Jazirah Arab. Langkah ini juga diusulkan untuk diterapkan di Surabaya guna melestarikan aksara Jawa.
Pemerhati budaya, AH Thony, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya agar menggunakan aksara Jawa dalam penulisan nama jalan-jalan protokol di kota ini. Menurutnya, langkah ini akan memperkenalkan aksara Jawa lebih luas kepada masyarakat.
“Untuk sementara, usulan ini diterapkan di jalan-jalan tertentu, seperti jalan protokol, utama, dan lingkungan Balai Kota. Ini bagian dari peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan Kota Surabaya,” ujar AH Thony, Rabu 5 Maret 2025.
Ia juga menyarankan agar aksara Jawa ditempatkan di bagian atas papan nama jalan, dengan aksara Latin di bawahnya. “Sebagai tuan rumah, aksara Jawa harus berada di atas, sedangkan aksara Latin tetap digunakan sebagai pendamping,” jelasnya.
BACA JUGA : Banjir Gresik Ganggu Transportasi, Rute Bus Transjatim Koridor III Dialihkan!
Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyambut baik gagasan ini. Ia menilai upaya pelestarian aksara Jawa sangat penting agar tidak hilang, terutama di kalangan generasi muda. “Kalau tidak ada yang peduli, aksara Jawa bisa punah. Apalagi Gen Z banyak yang belum mengenalnya,” kata Tundjung.
Dishub Surabaya berencana mengkaji lebih lanjut jalan-jalan mana yang akan diprioritaskan dalam program ini. Sebagai langkah awal, aksara Jawa sudah mulai diterapkan di halte-halte bus kota, seperti penulisan nama Terminal Wonokromo dalam aksara Jawa.

