INIGRESIK.COM – Kabupaten Gresik resmi mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Jawa Timur yang meluncurkan program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera). Program yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) secara terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam peluncuran yang digelar di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jumat (11/7/2025), Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menegaskan pentingnya penempatan PMI secara prosedural agar mereka tidak menjadi korban eksploitasi dan pelanggaran HAM.
“Gresik menjadi pionir karena menyumbang banyak PMI, terutama dari Pulau Bawean. Tapi kita tidak bisa tutup mata, banyak dari mereka berangkat tanpa kontrak dan perlindungan,” tegas Karding.
Jawa Timur Tertinggi Penempatan PMI: Gresik Salah Satu Kantong Utama
Jawa Timur menjadi provinsi dengan penempatan PMI tertinggi secara nasional di 2024: mencapai 111 ribu orang.
Kabupaten Gresik menjadi salah satu penyumbang utama, terutama dari 8 kecamatan kantong PMI: Manyar, Bungah, Panceng, Dukun, serta dua kecamatan di Pulau Bawean.
Tujuan utama PMI Gresik: Malaysia, namun masih banyak yang berangkat secara undocumented, tanpa kontrak kerja resmi.
Desa Migran EMAS: Model Baru Tata Kelola Migrasi Aman
Sebagai proyek percontohan nasional, lima desa di Gresik dipilih menjadi pilot Desa Migran EMAS, yakni:
- Desa Campurejo dan Dalegan (Kecamatan Panceng)
- Desa Mentaras (Kecamatan Dukun)
- Desa Cangaan dan Ngemboh (Kecamatan Ujungpangkah)
Program ini akan menghadirkan pelatihan keterampilan, sertifikasi profesi, pembelajaran bahasa asing, hingga literasi kontrak kerja.
“Kami ingin keterampilan migran diajarkan sejak SMA/SMK. Bahkan kalau perlu, bahasa Inggris jadi bahasa kedua wajib,” kata Karding.
Gresik Siapkan Generasi Migran Berkualitas
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penanggulangan migrasi ilegal, tetapi juga strategi menaikkan daya saing migran.
“Berangkat migran, pulang juragan. Itulah visi kami. Dua tahun terakhir, kami sudah membuka kelas bahasa Inggris, Jepang, Korea, dan Jerman untuk warga,” ucapnya.
Menuju Migran Center dan Kurikulum Migrasi Sekolah
Ke depan, pemerintah pusat dan daerah berencana membentuk Migran Center di Gresik dan menyusun kurikulum keterampilan migran sejak sekolah menengah. Harapannya, migrasi bukan lagi pilihan terpaksa, tapi jalur karier yang aman, terencana, dan sejahtera.
Penutup:
Dengan menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang meluncurkan Desa Migran EMAS, Gresik bukan hanya memimpin dalam jumlah PMI, tetapi juga dalam inovasi perlindungan dan pemberdayaan migran. Langkah ini diharapkan menjadi model nasional dalam tata kelola migrasi yang aman dan bermartabat.

