INIGRESIK.COM – Di tengah kekhawatiran menurunnya minat generasi muda pada dunia pertanian, Petrokimia Gresik justru hadir sebagai pelopor gerakan regenerasi petani Indonesia. Melalui program unggulan Taruna Makmur, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini sukses melahirkan 318 pemuda agripreneur muda sejak program ini berjalan pada tahun 2022.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan komitmen tersebut dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025).
“Regenerasi petani kini menjadi tantangan besar sektor pertanian. Melalui Taruna Makmur, kami ingin membangun minat generasi muda terhadap dunia pertanian yang sejatinya adalah tulang punggung ekonomi Indonesia,” ujar Daconi.
Menyemai Harapan dari Tanah Gresik
Gresik dikenal sebagai salah satu pusat industri pupuk terbesar di Asia Tenggara, namun di balik industri beratnya, Petrokimia Gresik juga menanam semangat keberlanjutan di sektor pertanian nasional.
BACA JUGA : Harga Pupuk Turun 20 Persen, Produktivitas Padi Gresik Diproyeksi Naik, Petani Bisa Bernapas Lega!
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah petani berusia di bawah 35 tahun hanya sekitar 8% dari total tenaga kerja pertanian di Indonesia — angka yang terus menurun dari tahun ke tahun. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi masa depan pangan nasional.
Karena itu, melalui Taruna Makmur, Petrokimia Gresik menghadirkan gebrakan nyata: mendorong mahasiswa pertanian dan perkebunan menjadi agen perubahan di lapangan.
Kolaborasi dengan Politeknik Pertanian Nasional
Program Taruna Makmur dijalankan dengan menggandeng sejumlah Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Perkebunan di berbagai daerah, di antaranya:
- Polbangtan Malang
- Polbangtan Bogor
- Polbangtan Yogyakarta–Magelang (YoMa)
- Polbangtan Medan
- Polbangtan Gowa
- Politeknik LPP Yogyakarta
Para mahasiswa menjalani pemagangan intensif selama enam bulan di wilayah binaan Program Agrosolution, dengan peran sebagai field agronomist muda. Mereka tak sekadar belajar di ruang kelas, tapi langsung mendampingi petani untuk mengadopsi inovasi teknologi pertanian dan sistem administrasi budidaya modern.
Sekolah Makmur: Melatih Mental dan Teknologi
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para peserta dibekali ilmu di Sekolah Makmur. Materinya meliputi pembekalan mental, product knowledge Petrokimia Gresik Group, uji tanah, hingga sesi berbagi pengalaman melalui Program Makmur.
“Kami ingin mereka melihat langsung betapa besar potensi pertanian Indonesia jika dikelola dengan tepat. Di Sekolah Makmur, mereka belajar bahwa pertanian bukan hanya soal bercocok tanam, tapi juga manajemen, teknologi, dan inovasi,” jelas Daconi.
318 Taruna Makmur: Bibit Pemimpin Pangan Masa Depan
Hingga tahun 2025, Petrokimia Gresik telah mencetak 318 Taruna Makmur dari berbagai daerah. Mereka kini menjadi motor regenerasi petani, sekaligus jembatan antara dunia industri pupuk dan kebutuhan riil petani di lapangan.
“Kami berharap para Taruna Makmur ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Pertanian punya potensi luar biasa besar jika dikelola secara modern dan profesional,” tandas Daconi.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa dari Gresik, semangat Sumpah Pemuda tak hanya diucapkan, tapi diwujudkan dalam bentuk aksi nyata membangun ketahanan pangan nasional dan kemandirian pertanian Indonesia.

