Salah satu peristiwa besar dalam dunia kedehatan terjadi pada 24 Maret, terjadi tahun 1882. Ketika itu, ilmuwan Jerman Robert Koch mengumumkan kepada Berlin Physiological Society bahwa dia telah menemukan bakteri berbentuk batang (basil) yang menjadi penyebab penyakit TBC. Sehingga pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari Tuberculosis sedunia
Tiga pekan kemudian, tepatnya 10 April 1882, lulusan Göttingen Universitas itu mempublikasikan penemuannya kedalam artikel ”The Etiology of Tuberculosis”.

Pada 1884, dia memperkenalkan apa yang disebut Postulat Koch, yang menjadi dasar untuk penelitian semua penyakit infeksi hingga kini. 

Atas jasanya itu, Koch menerima Nobel Kedokteran pada 1905.

Tuberculosis awalnya diduga sebagai penyakit bawaan, namun Robert Koch berpendapat hal itu disebabkan kuman. Dari risetnya, termasuk memenggunakan kelinci percobaan, Robert Koch menemukan bakteri Mycobacterium. 

Penemuan bakteri itu diyakini bakal membunuh kuman itu secara singkat. Nyatanya hingga sekarang penderita tuberculosis belum pernah habis. Penderita tuberculosis di Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Cina, India, dan Afrika Selatan pada tahun lalu
Sumber : tempo


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});