INIGRESIK.COM – Suasana menjelang Idul Adha di Gresik bakal semakin semarak dengan hadirnya tradisi unik Arakan Kambing dan Kontes Kostum Kambing, yang akan digelar di kawasan Kalitutup, Kecamatan Gresik, pada Kamis, 5 Juni 2025 atau H-1 Idul Adha.
Acara yang mengusung tajuk Culture and Traditions Eid Adha 5th Kalitutup-Gresik 2025 ini menjadi magnet tahunan yang selalu dinanti masyarakat. Diprakarsai oleh para pemuda Kalitutup, tahun ini event tersebut mengangkat tema “Qurban Runners 1K” – merujuk pada konsep arak-arakan kambing sejauh 1 kilometer, layaknya pelari maraton, melintasi jalan utama kawasan Gresik.
Kambing-kambing peserta arak-arakan mulai dikumpulkan sejak pukul 13.00 WIB di halaman SMP NU 1 Kalitutup, dan mulai diarak pada pukul 15.00 WIB. Rute dimulai dari Jalan Sindujoyo, melintasi Pasar Gresik, dan kembali finish di kawasan Kalitutup. Selama prosesi berlangsung, seluruh jalur akan ditutup sementara untuk umum.
Menurut salah satu panitia, Firman (24), pelaksanaan tahun ini dipastikan lebih meriah dan terorganisir karena mendapat dukungan dari Dinas Peternakan Gresik.
“Tahun ini lebih matang dari sisi persiapan. Kami bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan juga menghadirkan panggung hiburan, doorprize, hingga kehadiran langsung Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif,” ujar Firman, Rabu (14/5/2025).
Selain arakan kambing, kontes kambing berkostum menjadi daya tarik utama acara ini. Terdapat tiga kategori yang dilombakan: kambing terberat, kambing terbagus, dan kambing terlucu. Khusus kategori terlucu, bukan tingkah kambing yang jadi fokus penilaian, melainkan kreativitas kostum dan aksesori yang digunakan hewan tersebut.
“Jadi kambing bisa tampil dengan kostum unik, pakai mahkota, jubah, atau bahkan aksesori lucu lainnya. Kreativitas pemilik juga dinilai,” tambah Firman.
Antusiasme warga pun luar biasa. Hingga pertengahan Mei, sudah terdaftar 150 ekor kambing, dan jumlah itu diperkirakan bisa meningkat hingga 300 ekor menjelang hari pelaksanaan.
Yang menarik, beberapa kambing istimewa turut ambil bagian. Misalnya, kambing milik Eqi dan Rama, warga Kalitutup, yang ditaksir mencapai Rp35 juta, serta kambing milik Habib Fahmi yang bernilai sekitar Rp30 juta.
Panitia menyebutkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan acara. Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan warga, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan, serta menjadi ajang ekspresi budaya dan religius masyarakat Gresik menjelang hari raya kurban.


