INIGRESIK.COM – Warga Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, menggelar tradisi unik setiap kali musim tanam padi berakhir. Tradisi yang dikenal dengan nama Rasol ini merupakan ritual memandikan sapi ternak di laut sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran masa tanam.
Ratusan warga berbondong-bondong menuju pantai untuk melaksanakan tradisi turun-temurun ini. Mereka percaya bahwa ritual ini membawa keberkahan, keselamatan, dan kelancaran rezeki bagi para petani dan pemilik ternak. Sebelum prosesi utama, warga terlebih dahulu melaksanakan doa bersama di masing-masing dusun.
Setelah itu, prosesi puncak dimulai dengan para laki-laki desa yang bersemangat memandikan sapi-sapi mereka di laut. Sementara itu, para perempuan dan anak-anak menyaksikan prosesi dari tepi pantai.
Hosa, seorang warga perantauan asal Malaysia, mengaku terkesan dengan kemeriahan acara ini. “Saya sudah lama tidak balik Boyan (istilah Bawean bagi perantauan Malaysia-Singapura). Tradisi ini sangat meriah dan harus dilestarikan,” ujar Hosa yang tampak mengenakan kacamata.
BACA JUGA :Polrestabes Surabaya Ungkap 236 Kasus Narkoba Senilai Rp10,9 Miliar
Tradisi yang Sarat Makna dan Kebersamaan
Kepala Desa Bululanjang, Umar, menuturkan bahwa Rasol kini telah menjadi agenda tahunan yang memiliki makna lebih dari sekadar prosesi memandikan sapi.
“Kami sudah memasukkan tradisi Rasol sebagai agenda tahunan di desa ini,” kata Umar, Senin 10 Februari 2025. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan bagi seluruh warga desa.
Setelah musim tanam yang melelahkan, Rasol menjadi hiburan bagi warga. Mereka menghabiskan waktu bersama keluarga, membawa bekal makanan, dan menikmati suasana pantai. “Selama musim tanam warga pasti lelah. Rasol ini jadi hiburan dan ajang berkumpul, sambil melihat sapi dimandikan dan menikmati makanan bersama,” tambahnya.
Bagi anak-anak, tradisi ini menjadi kesempatan untuk bermain di pantai dan berinteraksi dengan teman serta kerabat mereka.
BACA JUGA:PLN Sosialisasi Keselamatan Listrik ke Generasi Muda Gresik, Siswa SMA Manyar Antusias
Doa dan Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Selain menjadi ajang kebersamaan, Rasol juga mengandung nilai religius yang kuat. Warga desa melaksanakan doa bersama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas kelancaran masa tanam serta keselamatan mereka.
“Doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur. Warga memohon agar selalu diberikan kesehatan, rezeki, dan hasil panen yang melimpah,” jelas Umar.
Tahun ini, Rasol juga dihadiri oleh Camat Sangkapura Umar Junid, jajaran Muspika Sangkapura, serta para kepala desa dari wilayah sekitar. Kehadiran para pejabat ini semakin menambah semarak acara yang penuh dengan kearifan lokal.
DISCLAIMER: Artikel ini dibuat dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) namun data yang di peroleh di hasilkan dari riset.
Sumber Gambar AI

