INIGRESIK.COM – Lamongan dan Gresik kini memiliki alternatif transportasi publik modern yang semakin terintegrasi. Transjatim Koridor VII resmi beroperasi melayani rute Terminal Lamongan – Dukun (Kabupaten Gresik) – Terminal Paciran, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan pesisir utara Jawa Timur.
Kehadiran Koridor VII menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim dalam meningkatkan kualitas layanan angkutan massal yang aman, nyaman, terjangkau, dan ramah lingkungan. Jalur ini menyasar kebutuhan mobilitas harian masyarakat commuter, pekerja, pelajar, hingga warga pesisir yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi.
Fasilitas Modern dan Sistem Digital
Transjatim Koridor VII dilengkapi berbagai fasilitas pendukung berbasis teknologi. Armada bus telah tersedia AC, CCTV, kursi khusus disabilitas, serta sistem layanan digital melalui aplikasi Transjatim-AJAIB. Untuk kemudahan transaksi, penumpang dapat menggunakan pembayaran non-tunai (cashless) seperti QRIS dan e-wallet, sejalan dengan tren digitalisasi layanan publik di Jawa Timur.
Hadirkan Inovasi TRADISI dan LARAS
Peresmian Koridor VII juga menandai peluncuran dua inovasi baru. Pertama, TRADISI (Transjatim Ekspedisi), layanan logistik yang memanfaatkan jaringan transportasi publik untuk pengiriman barang skala ringan dan menengah. Kedua, LARAS (Layanan Ramah Transjatim) yang memanfaatkan teknologi Human AI guna meningkatkan kenyamanan, informasi, dan interaksi pengguna selama perjalanan.
Dorong Ekonomi Lokal dan Kurangi Kendaraan Pribadi
Dengan rute strategis yang menghubungkan pusat aktivitas Lamongan, kawasan Dukun di Gresik, hingga Paciran, Transjatim Koridor VII diharapkan mampu mendukung mobilitas warga, menggerakkan ekonomi lokal, serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Selain itu, penguatan transportasi massal ini juga dinilai berkontribusi pada pengurangan kemacetan dan emisi di wilayah Pantura Jawa Timur.
Operasional Koridor VII sekaligus mempertegas posisi Transjatim sebagai tulang punggung transportasi publik antarkabupaten di Jawa Timur yang terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.

