INIGRESIK.COM – Setelah empat bulan berlalu kasus pembunuhan seorang janda berinisial EK (36) di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur akhirnya terungkap.
Seorang pelaku berinisial AM (39) warga Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo ditangkap polisi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan itu terjadi pada 9 Juli 2021 lalu.
BACA JUGA
- 468 ASN Terima SK di Gresik, Bupati Fandi Akhmad Yani Tekankan 3 Pesan Penting Soal Disiplin dan Integritas
- TMMD ke-128 Gresik Resmi Dibuka 22 April 2026, Libatkan Ratusan Personel untuk Percepat Pembangunan Desa
- 2 Siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik Lolos UGM 2026, Ini Strategi Rafa dan Khansa Tembus Kampus Top Nasional
- Pemuda Gresik Raih Medali Emas hingga Sukses di Dunia Digital, Ini Kisah Muhammad Taufik Rahman Bangun Karier dari Nol
- Bupati Gresik Terima Kunjungan Bupati Lamongan di TPA Ngipik, Perkuat Kolaborasi Wujudkan PSEL
Jasad korban ditemukan setelah seorang kerabat mencoba menghubungi telepon seluler korban namun tak direspons.
Merasa curiga, kerabat korban lalu meminta bantuan warga dan mendatangi rumah korban secara bersama-sama.
Saat itu, mereka mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi berlumuran darah di bagian kepala serta wajah.
Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, diketahui motifnya itu masalah asmara,” kata Kasatreskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizki, Senin (15/11/2021).
AM sebelumnya diketahui sempat menjalin asmara dengan korban.
Pada saat sebelum kejadian, AM yang diputus oleh korban sempat meminta untuk balikan.
Namun, permintaan itu ditolak oleh korban.
Penolakan itu membuat AM sakit hati dan meluapkan amarahnya dengan menghabisi korban.
Pelaku mengaku mengenal korban lewat media sosial Facebook.
“Kenal melalui Facebook, hanya teman saja,” ujar AM singkat, saat ditanya awak media.
Diberitakan Surya, kejadian tiga bulan lalu itu sempat membuat warga Kecamatan Menganti gempar.
Kini, setelah tiga bulan berlalu, polisi akhirnya menangkap pelaku.
Pelaku tertangkap setelah polisi berhasil mendeteksi ponsel korban yang dibawa pelaku setelah melakukan pembunuhan.

