INIGRESIK.COM – Dua anak muda asal Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Romis Fakri dan Ahmad Zulfikar atau Mas Zaka, sukses membangun jenama Bangga Petani Muda dengan lebih dari 110.000 pelanggan di YouTube sekaligus mengelola bisnis pertanian hidroponik berbasis greenhouse yang kian berkembang. Kiprah mereka bermula pada era pandemi COVID-19 dan kini menjadi inspirasi wirausaha pertanian modern bagi generasi muda.
Channel YouTube Bangga Petani Muda lahir pada 2020 ketika keduanya tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka usai menamatkan pendidikan. Mereka memanfaatkan platform digital untuk berbagi pengetahuan seputar pertanian. Video tentang budidaya jamur merang berbahan sisa jerami padi menjadi titik balik setelah ditonton hingga 1,5 juta kali dan membawa lonjakan signifikan jumlah pelanggan.
Romis dan Zaka kemudian memperkenalkan konsep bertani modern melalui sistem greenhouse dan hidroponik. Mereka menyebutnya sebagai solusi bertani pakai dasi, yakni metode bercocok tanam yang lebih bersih, terkontrol, dan ramah bagi anak muda yang enggan bekerja di lahan terbuka penuh lumpur. Penggunaan atap plastik UV membuat lingkungan tanam lebih stabil dan risiko cuaca ekstrem dapat ditekan.
Saat ini, fokus utama usaha mereka adalah melon hidroponik. Komoditas ini dipilih karena memiliki nilai pasar tinggi serta masa panen relatif cepat, sekitar 70 hari dalam satu siklus tanam. Untuk skala bisnis, mereka merekomendasikan minimal 500 populasi tanaman dengan ukuran greenhouse sekitar 7 x 20 meter agar perputaran modal lebih optimal.
Dalam strategi pemasaran, mereka tidak hanya mengandalkan penjualan ke pengepul. Konsep petik buah langsung di kebun menjadi salah satu inovasi yang dinilai lebih menguntungkan. Harga jual bisa mencapai Rp25.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding harga pemborong sekitar Rp15.000 per kilogram. Selain meningkatkan margin keuntungan, konsep ini juga menarik kunjungan pelajar dan wisatawan edukasi.
Selain mengelola kebun sendiri, Bangga Petani Muda menawarkan paket siap tanam bagi mitra. Biaya pembangunan greenhouse berkisar Rp210.000 hingga Rp220.000 per meter persegi, atau sekitar Rp30 juta untuk ukuran standar lengkap dengan instalasi, peralatan, serta pendampingan hingga masa panen. Mereka juga memberikan bimbingan teknis terkait nutrisi tanaman, pemilihan benih, dan pengendalian penyakit agar hasil panen memenuhi standar pasar modern.
Baca Juga : Didik Anak Raih Perak Olimpiade Matematik Internasional Singapura, Metode Ayah dari Gresik Ini Jadi Sorotan
Romis dan Zaka meyakini sektor pangan tidak akan tergantikan sehingga bisnis pertanian akan selalu memiliki prospek. Konsistensi dan kecintaan terhadap bidang yang digeluti menjadi kunci keberhasilan mereka. Meski sempat dipandang sebelah mata karena memilih mengolah jerami selepas lulus kuliah, keduanya membuktikan bahwa pertanian modern mampu menjadi sumber penghasilan menjanjikan.
Mereka berpesan kepada generasi muda agar tidak takut terjun ke dunia pertanian. Bagi yang enggan kotor, metode hidroponik dan greenhouse bisa menjadi pilihan. Namun, pemahaman ilmu dasar tetap penting karena setiap musim membawa tantangan penyakit dan kondisi berbeda.
Kisah Bangga Petani Muda menunjukkan bahwa inovasi digital dan pertanian modern dapat berjalan beriringan. Dari desa di Dukun, Gresik, dua pemuda ini membuktikan bahwa konsistensi, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang mampu mengubah sektor tradisional menjadi bisnis masa depan yang berdaya saing tinggi.

