INIGRESIK – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik mencatat 638 laporan kasus terkait kesehatan mental dan kekerasan sepanjang 2025. Data tersebut disampaikan Kepala Dinas KBPPA, Dr. Titik Ernawati, bersama Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, Ratna Faizah, dalam sebuah podcast yang membahas isu kesehatan mental di lingkungan keluarga.
Menurut Dr. Titik, peningkatan jumlah laporan tidak sepenuhnya dipandang sebagai kondisi negatif. Justru, hal itu menunjukkan masyarakat mulai berani berbicara dan melaporkan persoalan yang selama ini dianggap tabu. Kesadaran untuk mencari pertolongan dinilai sebagai langkah awal penting dalam pencegahan dampak yang lebih serius.
Ia menjelaskan bahwa gangguan kesehatan mental tidak hanya dipicu faktor ekonomi. Konflik rumah tangga, tekanan sosial, dinamika pergaulan remaja, hingga beban utang seperti pinjaman daring menjadi pemicu psikososial yang kerap muncul dalam laporan masyarakat. Masalah tersebut dapat menimpa siapa saja, mulai dari anak-anak yang sedang mencari jati diri hingga orang dewasa dalam kehidupan pernikahan.
Dr. Titik menegaskan kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Gangguan mental bukan bentuk kelemahan pribadi, kurang iman, atau kegagalan diri. Stigma inilah yang selama ini membuat banyak orang enggan mencari bantuan profesional.
Ratna Faizah memaparkan sejumlah tanda depresi yang perlu diwaspadai. Gejala yang tampak antara lain perasaan murung berkepanjangan, hilang nafsu makan, gangguan tidur, menarik diri dari lingkungan sosial, serta sering mengungkapkan kelelahan hidup. Ada pula kondisi smiling depression, ketika seseorang terlihat ceria namun sebenarnya menyimpan tekanan berat. Tanda fisik atau psikosomatik seperti sakit lambung, sakit kepala, dan tekanan darah tinggi yang tidak membaik meski sudah berobat juga dapat menjadi indikasi gangguan psikologis.
Terkait isu bunuh diri, ia menjelaskan bahwa sebagian besar percobaan bukan semata keinginan untuk mengakhiri hidup, melainkan bentuk keputusasaan akibat merasa tidak memiliki jalan keluar dari penderitaan yang dialami.
Untuk merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik menyediakan layanan konsultasi psikologi gratis melalui Dinas KBPPA. Kantor layanan berada di depan Icon Mall Gresik, bersebelahan dengan RS Ibnu Sina. Masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari konseling individu dan keluarga, parenting, hipnoterapi untuk kecanduan gawai, hingga rujukan ke psikiater jika membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Seluruh layanan diberikan tanpa biaya dan menjamin kerahasiaan klien sesuai kode etik profesional. Dalam kondisi darurat, masyarakat juga dapat menghubungi call center 112 secara gratis untuk mendapatkan bantuan cepat.
Dr. Titik mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai ruang aman. Rumah seharusnya menjadi tempat anggota keluarga dapat berbicara tanpa takut dihakimi dan menangis tanpa ditertawakan. Orang tua juga diimbau menetapkan aturan penggunaan gawai guna mencegah kecanduan dan dampak antisosial pada anak.
Pemerintah berharap semakin banyak warga yang menyadari bahwa mencari bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan keberanian untuk pulih. Dengan dukungan keluarga, lingkungan, dan layanan profesional yang tersedia, isu kesehatan mental di Gresik diharapkan dapat ditangani lebih dini dan komprehensif.

