Close Menu
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Kuliner Gresik
  • Wisata Gresik
  • Daftar Isi
    • Bibliography
    • Boso Gresikan
    • Budaya Gresik
  • Profil Media
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • ABSEN
      • TIMER
      • SERTIFIKAT
  • PESAN

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka hingga 31 Mei, Kemenag Tawarkan Program S1–S3 dan Double Degree

April 15, 2026

Menghadapi Tantangan Zaman, Eks Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Proses Pendidikan di Pramilad ke-31 SD Mugeb Gresik

April 14, 2026

Rekrutmen Dibuka 11 April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Ekspansi Layanan hingga Wilayah Timur Indonesia

April 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka hingga 31 Mei, Kemenag Tawarkan Program S1–S3 dan Double Degree
  • Menghadapi Tantangan Zaman, Eks Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Proses Pendidikan di Pramilad ke-31 SD Mugeb Gresik
  • Rekrutmen Dibuka 11 April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Ekspansi Layanan hingga Wilayah Timur Indonesia
  • 9 Warga Gresik Tertipu Rekrutmen ASN, Rugi hingga Rp150 Juta, Pemkab Tegaskan Seleksi Hanya Lewat SSCASN
  • Dari Gresik ke Podium Dunia: Hanif dan Nayla Buktikan Anak Daerah Bisa Taklukkan Ajang Internasional 2025
  • Strategi Tembus Penerbit Mayor dan Tantangan AI: Ahmad Faizin Karimi Bedah Rahasia Dunia Penulis
  • Bupati Gresik Dampingi Gubernur Samarkand Ziarah ke Makam Maulana Malik Ibrahim, Buka Peluang Wisata Religi dan Kerja Sama Internasional
  • Bupati Gresik Dorong Kesetaraan Autisme, 72 Penyandang Disabilitas Sudah Terserap Kerja
Facebook X (Twitter) Instagram
inigresik.cominigresik.com
  • Home
  • Berita
  • Artikel

    Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka hingga 31 Mei, Kemenag Tawarkan Program S1–S3 dan Double Degree

    April 15, 2026

    Rekrutmen Dibuka 11 April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Ekspansi Layanan hingga Wilayah Timur Indonesia

    April 11, 2026

    9 Warga Gresik Tertipu Rekrutmen ASN, Rugi hingga Rp150 Juta, Pemkab Tegaskan Seleksi Hanya Lewat SSCASN

    April 9, 2026

    Strategi Tembus Penerbit Mayor dan Tantangan AI: Ahmad Faizin Karimi Bedah Rahasia Dunia Penulis

    April 6, 2026

    Tren Remote Work Melejit, Talenta IT Gresik Didorong Tembus Pasar Global dan Kuasai AI

    Maret 4, 2026
  • Kuliner Gresik

    Dimsum Mentai: Perpaduan Lezat Oriental dan Jepang yang Bikin Nagih!

    November 29, 2025

    Gulai Ubus, Kuliner Langka Khas Gresik yang Terinspirasi dari Masakan Arab

    Oktober 31, 2025

    Menikmati Soto Terenak di Gresik: Sensasi Kuliner yang Wajib Dicoba

    Februari 14, 2025

    10 Kuliner Khas Gresik yang Wajib Dicoba, Dijamin Lezat!

    Februari 13, 2025

    Bongko Kopyor: Takjil Legendaris Khas Gresik di Bulan Ramadan

    Januari 28, 2025
  • Wisata Gresik

    Wagos Masuk Kandidat Penghargaan Nasional: Wisata Gresik Terbaru Ini Gaet 485 Ribu Pengunjung dan Rp694 Juta Pendapatan

    Juni 19, 2025

    10 Tempat Wisata Hits Gresik 2025: Destinasi Kekinian yang Wajib Dikunjungi

    Juni 17, 2025

    Wisata Baru di Gresik 2025: Destinasi Menarik yang Wajib Dikunjungi

    April 1, 2025

    Telaga Ngipik: Wisata Alam Eks Tambang yang Menyuguhkan Keindahan di Gresik

    Januari 28, 2025

    Rekomendasi Wisata Edukasi Lontar Sewu Gresik

    Januari 14, 2025
  • Daftar Isi
    • Bibliography
    • Boso Gresikan
    • Budaya Gresik
  • Profil Media
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • ABSEN
      • TIMER
      • SERTIFIKAT
  • PESAN
inigresik.cominigresik.com
Home » Mengembangkan Industri dengan Konsep Budaya
Artikel

Mengembangkan Industri dengan Konsep Budaya

By April 27, 2015Updated:Mei 25, 2020Tidak ada komentar
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
DSC 0121
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
DSC 0121
Industri Kecil Pudak
Bagaimana cara mengembangkan potensi lokal di Gresik, berikut beberapa kutipan dari Dr. Ir. Sutrisno, MSME.
Dosen Teknik Industri dan Teknik Mesin FT-UGM 
artikel tentang “Mengembangkan Industri dengan Konsep Budaya” yang cukup menarik
… Pemasaran lokal menjadi antar propinsi, antar pulau dan terus meningkat hingga berpotensi ekspor. Jawabnya tentu saja tidak sederhana, mengingat budaya dan tradisi masyarakat Jawa yang sangat bercorak timur, dengan interaksi kehidupan sosial yang kuat, gemar berkumpul dan enggan untuk menonjolkan diri. Sekilas nampak bahwa kebiasaan masyarakat kita ini kurang sesuai dengan teori Barat yang selalu menekankan pada “fighting spirit” tinggi, dan mengobarkan “jiwa kompetisi”. 
Dengan budaya seperti ini, sering kita dibuat risau bahwa industri kecil kita tersebut akan sulit dikembangkan.
Sebenarnya hal tersebut tidak perlu terlalu dikawatirkan. Perkembangan industri Jepang membuktikan bahwa keberhasilan industri negeri tersebut mempecundangi Amerika dan memimpin industri dunia bukanlah disebabkan oleh kesuksesan Jepang menyaingi kecanggihan teknologi Barat, melainkan akibat keberhasilannya mempersenjatai diri dengan budaya Timur. 
Kalau Jepang berhasil mengembangkan industri berat dengan keajaiban budaya Timurnya, tentu saja kita dapat mengharap kesuksesan yang lebih besar bila dalam meningkatkan potensi industri kecil pedesaan dan perkampungan kita melandasi pengembangannya dengan budaya Timur kita.
Sangat perlu dicatat bahwa pada pertengahan abad XIX, menurut seorang antropolog Amerika Clifford Geertz, kondisi Jepang sama dengan kondisi Jawa. Keduanya berpenduduk banyak, senang berpadat karya dalam bertani dengan hasil padi per-hektar yang hampir sama pula. Bedanya di Jawa surplus hasil pertanian yang didapat sekian lama tersedot oleh penjajah Belanda, sedang di Jepang surplus hasilnya digunakan dan terakumulasi sebagai modal kekayaan dalam bentuk kemajuan teknologi (Kunio, 1992). Berikut keajaiban budaya dalam pengembangan industri Jepang. 
Keajaiban Strategi Jepang 
Sesudah perang dunia II usai, saat akhir masa pendudukan tentara Jepang, tahun 1950-an, produksi pertanian, produktivitas tenaga kerja dan perkembangan ekonomi Jepang sudah pulih kembali. Akan tetapi sektor perdagangan sangat sulit untuk pulih. Ekspor tekstil, yang semula merupakan andalan, tidak bisa diharapkan lagi. Dengan modal industri yang ada pemerintah memilih mensubsidi industri berat -bekas keperluan militer- untuk dikembangkan, salah satunya industri mobil yang saat itu masih dalam skala kecil dan hanya untuk melayani kebutuhan lokal saja. Pada waktu itu muncul persoalan mendasar, yaitu bagaimana mendapatkan teknologi asing tanpa kehilangan kontrol nasional. 
Jepang menyadari bahwa memajukan teknologi berarti menciptakan ketergantungan terhadap asing. Jepang sangat hati-hati dalam pertimbangan ini. Oleh karena itu, kebijakan mereka kemudian adalah lebih mengandalkan kemampuan industri lokal yang ada. Tahun 1952, Jepang memilih mengembangkan industri mobil yang memiliki industri pendukung kuat.Dalam 8 tahun, kemampuan “menjiplak” telah dikuasai sehingga produksi telah 100% menggunakan komponen lokal. Produk-produk baru segera muncul “tanpa campur tangan perusahaan induk”. 
Kemajuan industri Jepang tidak lepas dari jasa “Japan Productivity Center”, lembaga spionase industri Jepang di Washington yang bertugas melayani profesor dan pengusaha Jepang dalam mempelajari rahasia sukses Amerika dan kemudian menjiplaknya. Salah satu rahasia kemajuan Amerika adalah penerapan “sistem manajemen rasional-ilmiah” dari Taylor yang telah membawa Amerika ke jenjang sukses memimpin industri dunia.
Pada saat itulah Jepang melihat titik-lemah industri Amerika yang belum disadari dan digarap oleh Amerika, yang menurut kacamata Timur bersumber pada “kekakuan birokrasi rasional ilmiah” itu sendiri. Pada perusahaan Amerika, begitu sistem sudah berjalan, tidak pernah diperbaiki lagi. Peluang inilah yang menumbuhkan ide keunggulan Jepang. Konsep modern Amerika itu dijiplak Jepang dengan cermat, tetapi penerapannya bertahap, sangat disesuaikan dengan kondisi pekerja dan perusahaan Jepang yang ada. Mereka tidak gegabah untuk semena-mena melakukan perombakan, terutama terhadap budaya dan tradisi.
Malahan, industri Jepang menyadari nilai positif dari kebiasaan interaksi sosial ketimuran yang berupa “jagongan”, gemar berkelompok dan keengganan menonjolkan diri. Tradisi keseharian ini, ternyata sangat sesuai untuk mengatasi kelemahan kekakuan birokrasi rasional-ilmiah Barat itu. 
Budaya “rembugan” bersama ini kemudian digunakan secara rutin dan terjadwal untuk mencari “usaha-usaha kearah penyempurnaan yang berkesinambungan dengan melibatkan semua orang”.
Usaha Jepang menyaingi industri Barat dengan menggunakan jurus mereka sendiri, yaitu menejemen Barat yang telah dipoles dengan budaya dan nilai-nilai tradisi timur, pun dimulai. Dalam praktek di industri, usaha tersebut meski teraplikasi dengan prinsip yang sama, tetapi muncul dengan nama berbeda seperti Kayzen, Kamban, Just in time process, Total Quality Control dan sebagainya. Kesemuanya secara prinsip lebih “nguwongake” karyawan, tetapi dengan “bench-marking” yang makin meningkat ketat terhadap kinerja setiap elemen sistem. 
Usaha-usaha penyempurnaan dipikirkan dan dilakukan secara berkelompok. Semua ide akan dipertimbangkan oleh perusahaan, asal bisa membuat proses atau produk menjadi lebih murah, lebih baik, lebih cepat, lebih mudah, lebih presisi, lebih praktis, lebih sederhana, lebih kompak, dan sebagainya. Dari konsep ini, muncullah berbagai keunggulan produk hasil pemikiran kelompok. Produk Barat gonjang ganjing digoncang produk Jepang yang dikenal makin lama makin baik dan makin murah. Di awal tahun 1970-an, masyarakat Indonesia dibuat terpana oleh perawatan dan “tune-up” Honda 69 yang jauh lebih mudah dibanding dengan sepeda motor BSA, DKW Hummel, Sparta di waktu itu. Tahun-tahun berikutnya, kita dikejutkan oleh pemakaian bahan plastik pada sepeda motor, dan selanjutnya makin banyak plastik dan plat tipis press yang digunakan. Selama lebih dari 20 tahun, 15 perusahaan hard-disk Jepang berkongsi mengumpulkan dana penelitian bagi 50 professor dari berbagai universitas untuk bersaing menghadapi produk Amerika. 
Dalam 10 tahun, volume ekspor Jepang telah kembali tinggi dalam bentuk mobil, serat sintetis dan elektronik, dan 13 tahun berikutnya, meningkat menjadi tujuh kali lipat. Tahun 1972, Jepang telah menjadi produsen serat sintetis, karet, besi dan mobil terbesar di dunia. Jepang tidak menciptakan teknologi tandingan dalam menghadapi teknologi barat. Sukses Jepang lebih tergantung pada keberhasilannya mempersenjatai diri dengan budaya Timur untuk meningkatkan daya penetrasinya ke pasar dunia. Menyadari hal ini, Jepang merasa perlu memelihara nilai-nilai dan lembaga-lembaga tradisional tertentu.
Beberapa hal dapat kita petik hikmahnya. 
Jika kita berusaha menyaingi industri Barat dengan menggunakan konsep pemikiran lawan yang mereka jauh lebih menguasai, kita pasti akan selalu kalah. Budaya timur yang bernilai positif sangat berpeluang untuk memperbaiki kinerja kita. Lebih dari itu budaya positif tersebut memiliki peluang besar untuk diterapkan di daerah-daerah yang belum bersifat metropolis. Hal ini sangat mendesak untuk dipertimbangkan. 
Diambil dari tulisan Dr. Ir. Sutrisno, MSME.
Dosen Teknik Industri dan Teknik Mesin FT-UGM 
disesuaikan seperlunya


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

artikel Budaya Gresik Opini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Related Posts

Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka hingga 31 Mei, Kemenag Tawarkan Program S1–S3 dan Double Degree

April 15, 2026

Rekrutmen Dibuka 11 April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Ekspansi Layanan hingga Wilayah Timur Indonesia

April 11, 2026

9 Warga Gresik Tertipu Rekrutmen ASN, Rugi hingga Rp150 Juta, Pemkab Tegaskan Seleksi Hanya Lewat SSCASN

April 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Postingan Terbaru
  • Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka hingga 31 Mei, Kemenag Tawarkan Program S1–S3 dan Double Degree
  • Menghadapi Tantangan Zaman, Eks Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Proses Pendidikan di Pramilad ke-31 SD Mugeb Gresik
  • Rekrutmen Dibuka 11 April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Ekspansi Layanan hingga Wilayah Timur Indonesia
  • 9 Warga Gresik Tertipu Rekrutmen ASN, Rugi hingga Rp150 Juta, Pemkab Tegaskan Seleksi Hanya Lewat SSCASN
  • Dari Gresik ke Podium Dunia: Hanif dan Nayla Buktikan Anak Daerah Bisa Taklukkan Ajang Internasional 2025
  • Strategi Tembus Penerbit Mayor dan Tantangan AI: Ahmad Faizin Karimi Bedah Rahasia Dunia Penulis
  • Bupati Gresik Dampingi Gubernur Samarkand Ziarah ke Makam Maulana Malik Ibrahim, Buka Peluang Wisata Religi dan Kerja Sama Internasional
  • Bupati Gresik Dorong Kesetaraan Autisme, 72 Penyandang Disabilitas Sudah Terserap Kerja
  • Tren Remote Work Melejit, Talenta IT Gresik Didorong Tembus Pasar Global dan Kuasai AI
RSS Berita
  • Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Gresik Ambles Akibat Longsor, BPBD Pasang Garis Pembatas Januari 3, 2026
  • MUSDA MUI Kebomas, Kiai Rofiq Tekankan Pentingnya Kolaborasi Tua dan Muda dalam Organisasi Oktober 30, 2025
  • Perkuat Sinergi Desa dan Polisi, Kapolres Gresik Luncurkan “Lapor Cak Roma” untuk Wujudkan Gresik Aman dan Kondusif Oktober 11, 2025
  • Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan September 30, 2025
  • Film Komunitas Gresik Tembus Australia Barat, Gemintang dan Salah Melihat Jalan Surga Diputar di IWAFF 2025 September 30, 2025
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • Telegram
  • Pinterest
Don't Miss
Artikel

Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka hingga 31 Mei, Kemenag Tawarkan Program S1–S3 dan Double Degree

By Nanim MaulidiyyahApril 15, 2026

INIGRESIK – Kementerian Agama Republik Indonesia resmi membuka pendaftaran program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026…

Menghadapi Tantangan Zaman, Eks Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Proses Pendidikan di Pramilad ke-31 SD Mugeb Gresik

April 14, 2026

Rekrutmen Dibuka 11 April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Ekspansi Layanan hingga Wilayah Timur Indonesia

April 11, 2026

9 Warga Gresik Tertipu Rekrutmen ASN, Rugi hingga Rp150 Juta, Pemkab Tegaskan Seleksi Hanya Lewat SSCASN

April 9, 2026
Tentang Kami
Tentang Kami

iniGresik bertekad menjadi media yang suportif, explore potensi dan segala pernak pernik Gresik sebagai kota santri. Mulai wisata kuliner, budaya, industri, sampai kabar & lowongan terintegrasi dalam @inigresik

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp Telegram
Berita

Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka hingga 31 Mei, Kemenag Tawarkan Program S1–S3 dan Double Degree

April 15, 2026

Rekrutmen Dibuka 11 April 2026, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Ekspansi Layanan hingga Wilayah Timur Indonesia

April 11, 2026

9 Warga Gresik Tertipu Rekrutmen ASN, Rugi hingga Rp150 Juta, Pemkab Tegaskan Seleksi Hanya Lewat SSCASN

April 9, 2026
New Comments
  • Danil Setiawan pada Kelompok 15 KKN Universitas Gresik Bersama MI Al Khoiriyah Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional dengan Beragam Lomba Kreatif
  • Amelia pada Kelompok 15 KKN Universitas Gresik Bersama MI Al Khoiriyah Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional dengan Beragam Lomba Kreatif
  • Eriko Fahmi pada Belajar Bahasa Isyarat di Tengah Festival Nasi Krawu: Komunitas RASA Gresik Hadirkan Ruang Inklusif untuk Teman Tuli
  • Riz f pada Buruan, Dinas Tenaga Kerja Gresik Buka Pelatihan Operator Forklift GRATIS, Ini Syaratnya!
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
  • Redaksi
  • Profil Media
  • Logo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Daftar Isi
    • Boso Gresik’an
  • Karir
  • Tentang Kami

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.