Produsen mobil Aston Martin Lagonda yang dikenal sebagai tunggangan James Bond, mencari citra baru. Mereka ingin dipandang sebagai merek mewah yang diminati kaum perempuan.

Andrew Palmer, mantan petinggi Nissan Motor yang diangkat menjadi CEO Aston Martin Oktober lalu, ingin produsen mobil mewah yang sudah berusia 102 tahun itu berubah menjadi merek barang mewah. 

“Kami menggambarkan diri sendiri sebagai Hermès-nya mobil,” ujar Palmer dalam sebuah wawancara, dilansir WSJ.

Strategi utama pendukung rencana itu adalah menjangkau basis konsumen yang lebih luas, papar sang CEO. Dari 70 ribu unit Aston Martin yang telah terjual, 95% pembeli adalah laki-laki, sehingga perusahaan ingin lebih memikat konsumen wanita, katanya. 

Industri mobil merupakan bisnis yang padat modal dengan biaya yang tinggi. Luca Solca, analis barang mewah dari Exane BNP Paribas, menilai tidak masuk akal jika perusahaan barang mewah berinvestasi di sektor otomotif, karena imbal hasilnya lebih rendah ketimbang barang mewah tradisional. “Pemegang saham perusahaan barang mewah akan kehilangan nilai saham,” ucap Solca


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});