INIGRESIK.COM – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. Kali ini, BPBD menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2025 sekaligus pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Balai Desa Domas, Kecamatan Menganti, Senin (13/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BPBD Gresik dalam menciptakan masyarakat tanggap terhadap ancaman bencana di tingkat akar rumput. Pelatihan tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Gresik Sulton Sulaiman dan Dimaz Fahturachman, Camat Menganti Bagus Arief Jauhari, serta Kepala Desa Domas Sri Retnowati.
Gresik Dikepung Empat Sesar Aktif
Dalam sambutannya, Kepala Pelaksana BPBD Gresik Sukardi menegaskan bahwa tidak ada satu wilayah di Indonesia yang bebas dari ancaman gempa bumi, termasuk Kabupaten Gresik.
BACA JUGA: Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Perkuat Semangat “JATIM BISA” di Hari Jadi ke-80
“Gresik dikelilingi oleh empat sesar aktif. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting,” ujar Sukardi.
Ia menambahkan, syarat utama sebuah desa disebut “tanggap bencana” adalah memiliki perencanaan penanggulangan bencana, sumber daya pelaksana, alokasi anggaran di tingkat desa, serta upaya berkelanjutan untuk melatih masyarakat agar siap menghadapi bencana.
Sudah Ada 138 Desa Tangguh Bencana di Gresik
Hingga tahun 2025, BPBD Gresik mencatat sebanyak 138 desa telah masuk dalam kategori Desa Tangguh Bencana (Destana). Pembentukan Destana di Desa Domas diharapkan menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring desa siaga di wilayah selatan Gresik, terutama Kecamatan Menganti yang memiliki potensi risiko tinggi akibat perkembangan wilayah permukiman dan industri.
“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan mampu bertindak cepat saat terjadi bencana,” tambah Sukardi.
Mendorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Camat Menganti Bagus Arief Jauhari dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap langkah BPBD Gresik.
Menurutnya, desa tangguh bencana bukan hanya soal pelatihan, tapi juga soal budaya gotong royong dan kesadaran kolektif untuk saling menjaga.
Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap setiap desa dapat memiliki sistem peringatan dini, tim relawan tangguh, dan rencana penanggulangan bencana yang terintegrasi dengan program pembangunan desa.

