INIGRESIK.COM – Di tengah padatnya permukiman dan terbatasnya lahan, BUM Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, justru menciptakan terobosan yang kini mengantarkannya menjadi salah satu dari tiga BUM Desa terbaik Jawa Timur yang akan berlaga di tingkat nasional.
BUM Desa ini tak hanya bergerak di satu sektor, tapi mengelola lebih dari 8 unit usaha, mulai dari pengelolaan sampah, servis AC, hingga pusat kebugaran dan Buyos Central Market—pasar multifungsi berbasis desa yang menjadi andalan mereka. Bahkan, unit PPOB-nya memudahkan warga membayar PBB dan pajak kendaraan tanpa harus keluar desa.
Kepala Desa Yosowilangun, H. Abdur Rosyid, mengungkapkan bahwa rahasia kesuksesan ini justru datang dari optimalisasi aset desa yang selama ini terbengkalai.
“Kami fokus menghidupkan lahan mangkrak untuk jadi sumber ekonomi baru bagi warga,” ujarnya.
Dalam persiapan menuju kompetisi nasional, BUM Desa Yosowilangun mendapat pembinaan langsung dari Dinas PMD Jawa Timur. Salah satu penekanan penting adalah penyajian data lengkap dampak unit usaha terhadap masyarakat—dari jumlah pekerja hingga warga penerima manfaat.
Kehadiran BUM Desa Yosowilangun tak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi model kewirausahaan desa yang tumbuh dari keterbatasan. Kini, dari lorong sempit kampung kota, Yosowilangun siap menembus panggung nasional.

