INIGRESIK.COM – Kasus beras oplosan kini makin ramai jadi sorotan publik. Setelah Kementerian Pertanian melakukan pengecekan pasar, ditemukan puluhan merek beras yang tidak sesuai standar, baik dari segi berat maupun kualitas isi kemasan. Akibatnya, masyarakat diduga mengalami kerugian hingga triliunan rupiah setiap tahun.
Data yang beredar menyebutkan ada 212 merek beras yang tak memenuhi standar mutu, dengan dugaan praktik pengoplosan atau pengurangan isi kemasan. Bahkan sejumlah merek besar yang sering dijumpai di supermarket ikut terseret kasus ini.
Berdasarkan data yang diunggah akun resmi idx_channel, ada 26 merek beras yang diduga bermasalah beserta produsennya.
Berdasarkan perhitungan awal dari Kementerian Pertanian, praktek curang ini bisa merugikan masyarakat hingga Rp100 triliun per tahun. Di antaranya karena pengurangan berat kemasan, pengoplosan jenis beras, hingga manipulasi label premium padahal kualitas biasa.
Pemerintah sudah melaporkan kasus ini ke Kapolri dan Kejaksaan Agung, sementara pihak Satgas Pangan Polri saat ini masih mendalami dugaan pelanggaran hukum.

