INIGRESIK.COM – Integritas sistem transportasi publik di Jawa Timur kembali mendulang sorotan tajam setelah aksi penancapan ancaman keselamatan terjadi di dalam Bus Trans Jatim Nomor 114 rute Surabaya menuju Gresik. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 14.35 WIB, seorang penumpang pria tak dikenal nekat mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan menantang duel penumpang lain di area Garasi Bus Bagong.
Insiden menegangkan ini bermula saat armada bus mengalami gangguan teknis mesin, sehingga seluruh penumpang diinstruksikan turun melalui pintu tengah guna berpindah ke armada pengganti. Dalam proses evakuasi tersebut, situasi berubah menjadi ricuh ketika oknum pria berjaket tebal dan bertopi krem kecokelatan mulai mendorong-dorong barisan penumpang secara kasar, padahal di barisan depan terdapat anak kecil yang rentan terjatuh.
Melihat tindakan membahayakan tersebut, salah satu penumpang memberanikan diri untuk menegur oknum tersebut agar lebih bersabar dan memperhatikan keberadaan anak kecil. Namun, teguran baik-baik itu justru direspons dengan nada agresif, di mana pelaku tidak terima, meradang, dan langsung menantang saksi beserta warga sekitar untuk berduel di lokasi kejadian.
Keributan semakin memuncak saat saksi lain mencoba melerai perselisihan agar tidak terjadi kekerasan fisik di tengah kerumunan penumpang yang sedang panik. Oknum tersebut malah membalikkan ancaman secara terang-terangan dengan membusungkan dada sembari menarik sebilah pisau tajam dari balik jaket tebalnya, lalu mengarahkannya ke arah warga yang berada di tempat kejadian perkara.
Ancaman pembunuhan secara verbal dan visual di ruang publik ini memicu kepanikan luar biasa di antara para pengguna jasa transportasi umum harian tersebut. Pelaku yang menyadari situasi makin memanas langsung memanfaatkan kelengahan massa untuk melarikan diri menggunakan angkutan umum jalan raya berwarna hijau yang melintas di sekitar lokasi garasi bus.
Kejadian trauma massal ini diunggah pertama kali oleh akun Threads @pakyan.7 pada Senin, 5 Oktober 2026, yang secara rinci mengisahkan detik-detik mencekam yang dialaminya. Unggahan tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang desakan dari masyarakat agar pihak pengelola transportasi publik meningkatkan standar pengamanan pengguna jasa.
Menanggapi gejolak publik tersebut, Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Citto Eko Yuli, mengonfirmasi adanya gesekan antarpenumpang sewaktu perpindahan armada terjadi. Ia menegaskan bahwa pihak Dinas Perhubungan Jawa Timur tidak akan mentoleransi keberadaan barang berbahaya dan akan langsung menurunkan penumpang yang terbukti membawa senjata tajam.
Berdasarkan investigasi internal dan keterangan dari petugas pramugara bernama Lucky yang bertugas di lapangan, konflik antarpenumpang meletus di kabin bagian belakang. Letak posisi insiden yang berada di sudut belakang bus membuat pergerakan pelaku tidak terpantau secara langsung oleh petugas yang sedang fokus mengevakuasi penumpang di pintu bagian depan.
Citto menguraikan bahwa pemeriksaan awal yang dilakukan pramugara saat penarikan tarif tiket tidak menemukan adanya indikasi barang bawaan yang mencurigakan atau berbahaya. Pelaku diduga kuat menyembunyikan senjata tajam tersebut di dalam tas atau lipatan jaket tebal, sehingga barang tersebut lolos dari pengamatan visual petugas selama perjalanan berlangsung.
Kondisi penanganan insiden makin rumit karena saat pemindahan penumpang dilakukan, mesin bus dalam keadaan mati total yang mengakibatkan seluruh sistem kamera pengawas ikut padam. Matinya perangkat kamera pengaman tersebut menjadi kendala utama dalam merekam identitas visual pelaku secara jelas, sehingga kejadian ini di luar kendali teknis para petugas di lapangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan berjanji menjadikan insiden lolosnya senjata tajam ini sebagai bahan evaluasi total demi memperketat pengawasan operasional. Manajemen berkomitmen memperketat SOP pemeriksaan barang bawaan serta memastikan sistem cadangan pengawasan tetap aktif guna menjaga kenyamanan seluruh warga penglaju setiap harinya.
Kejadian teror senjata tajam di angkutan massal ini menjadi sinyal peringatan penting bagi pengelola moda transportasi umum dalam menjamin keselamatan penumpang secara menyeluruh. Langkah nyata pengetatan pengawasan di setiap koridor sangat mendesak dilakukan agar fungsi bus cepat trans kawasan perkotaan tetap menjadi pilihan mobilitas harian yang aman, ramah anak, dan terpercaya bagi masyarakat luas.

