INIGRESIK.COM – Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 06.55 WITA. Peristiwa bencana alam ini menyebabkan sedikitnya 56 rumah warga serta 13 fasilitas umum mengalami kerusakan mendasar di berbagai kecamatan.
Berdasarkan laporan resmi pemerintah daerah setempat, guncangan kuat yang terjadi pada pagi hari tersebut mengejutkan warga yang sedang beraktivitas. Wilayah yang paling merasakan dampak destruktif meliputi Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan, hingga area pusat Kota Tambolaka.
Kepala Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, memvalidasi bahwa puluhan tempat tinggal penduduk mengalami tingkat kerusakan bervariasi. Pendataan awal menunjukkan klasifikasi kerusakan berkisar dari tingkat ringan, sedang, hingga kategori rusak berat pada bangunan rumah tinggal masyarakat.
Secara terperinci, total 56 unit rumah yang terdampak mencakup 50 rumah rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, dan 1 unit rumah mengalami kerusakan berat. Konstruksi dinding retak dan dinding roboh menjadi pemandangan umum di area terdampak bencana tersebut.
Selain pemukiman warga, guncangan tektonik ini juga merusak 13 fasilitas publik yang krusial bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Kerusakan mendalam tercatat pada sejumlah sarana ibadah, fasilitas kesehatan, sekolah dasar, hingga kantor layanan publik darurat di kawasan Sumba Barat Daya.
Beberapa tempat ibadah yang terkonfirmasi mengalami kerusakan struktur bangunan antara lain Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge dan Gereja Pantekosta Jata Ngedo Billa Cenge. Selain itu, Gereja Katedral Waitabula, GBI Suara Kebenaran Sapurata, dan Gereja Kristen Sumba Mata juga melaporkan kerusakan.
Sektor pelayanan kesehatan masyarakat turut mengalami gangguan akibat infrastruktur yang terdampak. Gedung RSUD Pratama Reda Bolo, Puskesmas Tanggaba, Puskesmas Kori, serta Pustu Kalena Rongo dilaporkan mengalami keretakan pada bagian tembok utama serta penurunan kualitas struktur bangunan.
Guncangan gempa bumi ini juga merusak fasilitas pendidikan dan kantor pelayanan energi setempat. SD Katolik Manu Toghi, SD Negeri Walaingira, Balai KB Desa Wallandimu, serta Kantor PLN Cabang Kodi mengalami kerusakan fisik berupa tembok retak dan plafon yang roboh.
Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menegaskan bahwa tim gabungan penanggulangan bencana telah diterjunkan ke lapangan untuk menyisir seluruh lokasi terdampak. Tim berfokus pada verifikasi jumlah kepala keluarga serta jumlah jiwa yang terdampak langsung oleh bencana ini.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini terus mempercepat langkah penanganan darurat di lapangan. Koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat, dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat.
Dampak gempa bumi magnitudo 6,1 ini menjadi peringatan penting terkait kerentanan bencana di kawasan timur Indonesia. Kebutuhan perbaikan infrastruktur publik dan rumah warga menjadi prioritas utama guna mengembalikan stabilitas kehidupan sosial serta ekonomi masyarakat Sumba Barat Daya.
Upaya tanggap darurat dan rekonstruksi fasilitas umum yang rusak diharapkan dapat berjalan responsif dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan masyarakat serta percepatan bantuan dari pemerintah pusat akan menjadi faktor penentu utama percepatan pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur.

