INIGRESIK.COM– Polres Gresik bersama Forkopimda mengambil langkah tegas terkait maraknya pelanggaran jam operasional truk barang, galian C, dan batubara di Kabupaten Gresik. Dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Gedung Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (9/9/2025), seluruh pemangku kebijakan sepakat akan menindak tegas sopir dan perusahaan yang membandel.
Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, didampingi Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kajari Gresik Yanuar Utomo, serta Ketua DPRD Gresik dan jajaran OPD. Sejumlah perwakilan perusahaan angkutan juga hadir menandatangani komitmen kepatuhan aturan.
Data Pelanggaran dan Solusi
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, memaparkan evaluasi bahwa pelanggaran masih sering terjadi, salah satunya karena minimnya kesadaran sopir serta keterbatasan rambu lalu lintas.
“Truk masih nekat melintas pada jam larangan karena alasan efisiensi, mengikuti aplikasi peta digital, hingga gudang yang lokasinya di tengah kota,” ungkap Rizki.
Polres Gresik pun mengusulkan solusi, mulai dari pembukaan kembali Jalan Harun Thohir, penambahan rambu lalu lintas, hingga pembangunan kantong parkir truk di wilayah selatan Gresik.
Kapolres: Akan Ada Teguran hingga Pencabutan Izin
Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan aturan ini dibuat untuk melindungi keselamatan warga. Setiap bulan, aduan terbanyak dari masyarakat selalu terkait pelanggaran truk di jam sibuk.
“Larangan ini berdasarkan kajian untuk mengurangi kemacetan dan mencegah kecelakaan. Kami tidak segan memberikan teguran keras bahkan mencabut izin operasional perusahaan jika sopir masih melanggar,” tegas Rovan.

