INIGRESIK.COM – Gresik sebagai lumbung bandeng nasional kembali menyuarakan aspirasi penting bagi keberlanjutan sektor perikanan. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan urgensi pemberian subsidi pupuk SP-36 khusus perikanan agar produktivitas tambak meningkat tajam pada 2026.
Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan kerja Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri di Graita Eka Praja, Kamis (30/10). Turut hadir Sekjen Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS) Ir. Ikhlas Bahar, M.Kom, serta sejumlah tenaga ahli dan analis DPR RI.
BACA JUGA: Petrokimia Gresik Cetak 318 Taruna Makmur: Regenerasi Petani Muda untuk Ketahanan Pangan Nasional
“Kalau subsidi pupuk SP-36 dapat kembali diberlakukan 2026, produktivitas tambak bandeng pasti terdongkrak. Dampaknya langsung ke kesejahteraan petambak dan ketahanan pangan nasional,” tegas Bupati Yani.
Data Kuat Sektor Perikanan Gresik
Keberhasilan Gresik sebagai pusat produksi bandeng tak terlepas dari peningkatan produksi yang terus stabil:
Nilai produksi perikanan tangkap
- 2022: Rp229,5 miliar
- 2023: Rp266,2 miliar
- 2024: Rp264,6 miliar
Produksi bandeng Gresik
- 2023: 55,87% kontribusi Jatim & 11,71% nasional
- 2024: 55,37% kontribusi Jatim & 11,4% nasional
BBM untuk Nelayan: SPBN Jadi “Napas Baru”
Khusus Kampung Bandeng Pangkah Wetan, produksinya terus naik dan menjadi Techno Park Minapolitan, pusat riset & inovasi budidaya berbasis teknologi.
Bupati Yani juga menyoroti keberhasilan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Campurejo yang diresmikan 2022 oleh Gresik Migas.
Omzet SPBN Campurejo: 14 KL/hari
Menekan biaya operasional nelayan secara signifikan
Pada 2026, SPBN baru bakal dibangun di Ujungpangkah untuk memperluas layanan.
“Sekarang nelayan tak lagi tertekan biaya BBM. Pemerintah betul-betul hadir,” ujar Bupati Yani.
Perlu Payung Hukum Pesisir & Desalinasi
Pemkab Gresik juga mendorong regulasi pesisir, terutama terkait desalinasi air laut untuk industri sebagai potensi besar pendapatan daerah.
Gresik Diusulkan Jadi Model Agro-Maritim Nasional
Prof. Rokhmin menilai Gresik punya modal dasar pembangunan lengkap — industri kuat, SDM mumpuni, dan sektor perikanan unggul.
“Dengan tata kelola dan kolaborasi penta-helix yang solid, Gresik bisa menjadi contoh kabupaten pesisir modern di Indonesia,” ujarnya.
Dengan dukungan kebijakan tepat dan keberpihakan pemerintah pusat, Gresik berpeluang makin kokoh sebagai sentra bandeng nasional sekaligus penopang ketahanan pangan maritim Indonesia.

