PT Saka Energi Indonesia yang memiliki kantor di Gresik berhasil menemukan cadangan minyak di wilayah kerja (WK) Pangkah yang lokasi di lepas Pantai Utara Jawa Timur. Walaupun dunia ekplorasi minyak dan gas (migas) belakangan ini menurun, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ini malah berhasil memberikan angin segar. 
Direktur Utama Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan mengatakan, cadangan minyak yang behasil ditemukan pada WK Pangkah sekitar 300 juta barel. “Diperkirakan 300 juta barel, tapi itu bisa lebih bisa juga turun, masih prediksi,” kata Tumbur di Jakarta, Kamis (8/10/2015) seperti dikutip dari okezone
Tumbur menyebutkan, cadangan baru tersebut hasil dari pemboran sumur eksplorasi Sidatu-3, Pangkah PSC pada 17 Juli 2015 dengan menggunakan COSL rig. Pada saat pemboran dilakukan uji kandung lapisan pertama (DST-1) lapingan ngimbang karbonat dan menghasilkan minyak. 
Uji kandungan lapisan kedua (DST-2) reservior Kujung-II menghasilkan gas dan uji kandung lapisan ketiga (DST-3) pada lapisan Kujung-I menghasilkan minyak. Sedangkan lapisan Kujung-I di sumur eksplorasi pertama Sidayu-1 yang dibor pada 2011 terbukti menghasilkan minyak.

“Blok di Ujung Pangkah dominasi minyak di lapangan Sedayu, discovery besar kemari 17 Agustus, lapangan terdiri dari karbonat, lapisannya batu gamping, hasil dari tesnya itu 1800 BOPD kalau di buka bisa lebih besar lagi,” tambahnya. 

[post_ads]
Menurut Tumbur, hasil uji produksi tersebut membuka peluang lebih besar lagi keberadaan migas pada lapisan Ngimbang karbonat yang membentang dari prospek Ronggolawe di Timur laut sampai prospek Tambakboyo di Baray Sedayu yang meliputi sekitar 10.000 hektar.

“Keberhasilan eksplorasi ini meningkatkan keyakinan bahwa cadangan migas yang signifikan masih mungkin ditemukan di Indonesia, apalagi di tengah kelesuan industri migas karena harga minyak yang rendah,” tandasnya.

sumber : okezone