Satuan Tugas Gugus Pencegahan Penyebaran Virus Corona Kabupaten Gresik mengonfirmasi pasien positif Covid-19 pertama di wilayah itu pada Kamis (26/3/2020) sore. Sekretaris Satgas Gugus Pencegahan Penyebaran Virus Corona Gresik Saifudin Ghozali mengatakan, pasien ini tak masuk dalam data yang dimiliki satgas sebelumnya. 
Pasien ini dirawat di salah satu rumah sakit swasta yang berada di Surabaya. “Pertama harap dicatat, bahwa antara data pihak provinsi dengan kabupaten tidak sama. Ini barusan saya ditelepon oleh provinsi, diberitahu ada perubahan data, ada satu penderita positif,” ujar Ghozali kepada awak media di Gedung Pemkab Gresik, Kamis (26/3/2020) sore. 
Pasien itu dirawat di rumah sakit swasta di Surabaya atas keinginan pribadi. “Perempuan usia 34 tahun dari Kecamatan Driyorejo,” jelas Ghozali. Ghozali mendapatkan telepon dari pihak provinsi karena pasien itu berdomisili di Gresik. Hanya saja, pasien itu dirawat di Surabaya. “Saya dapat telepon dari orang provinsi itu barusan, sekitar pukul 15.45 WIB. 
Mereka memberitahu karena pasien KTP-nya Gresik, karena KTP Gresik sudah otomatis tidak masuk dalam data (pasien) Surabaya,” kata dia. Ghozali mengatakan, Pemkab Gresik telah menyambangi rumah pasien tersebut. 
“Tim tracing sudah ke sana (rumah pasien) untuk dilakukan pelacakan,mendadak karena kami juga baru mendapat kabar ini. Sementara terkait informasi lainnya, akan kami sampaikan lagi besok,” tutur dia. 
Sedangkan Ketua Satgas Pencegahan Penyeberan Virus Corona Gresik Nadlif meminta masyarakat tetap tenang dan tak panik menghadapi kabar itu. Masyarakat diminta tetap waspada. “Kita memang harus memberitahu kepada lurah/kepala desa, bila ada warga yang memeriksakan diri atas inisiatif sendiri. Setelah itu biar dilanjut ke camat dan seterusnya kepada kami, agar dapat dilakukan perekaman data,” kata Nadlif. Satgas Gugus 
Tugas Pencegahan Virus Corona Gresik belum memasukkan pasien itu dalam pusat data mereka. Hingga Kamis (26/3/2020) pukul 13.00 WIB, jumlah orang dalam risiko (ODR) di Gresik mencapai 675 orang. Sebanyak 406 orang dinyatakan sehat setelah diobservasi selama dua pekan. 
Sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 57 orang, empat di antaranya dinyatakan sehat. Pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 19 orang. Sebanyak tiga PDP dinyatakan sembuh dan satu meninggal. 
Sumber ; Kompas