
Kali atau sungai sebagai sumber air sangat vital keberadaanya baik sebagai sumber minum dan makanan, kali dahulu juga menjadi sarana transportasi. Sehingga tidak heran banyak penemuan fosil manusia purba dan situs sejarah di sepanjang aliran sungai
Kali Lamong yang melewati Gresik berasal dari pegunungan Kendeng Desa Kedung Kumpul Kecamatan Bluluk Lamongan, kali ini merupakan salah satu dari 3 aliran sungai besar yang bermuara di Gresik yaitu Kali Brantas di selatan, Kali Lamong di tengah dan Kali Bengawan Solo yang melewati Gresik bagian Utara
BACA JUGA
- Job Fair Gresik Dibuka Awal Juli 2026, Buka Ribuan Lowongan Kerja
- Nasib Investasi dan UMKM Gresik Ditentukan Mulai Besok: 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Disebar ke Lapangan, Ini Dampaknya bagi Warga
- Aksi Donor Darah Gressmall dan PMI Gresik Amankan Stok Darah di Tengah Tingginya Kebutuhan Medis
- SMP Plus Jauharul Maknuun IBS Juara TKA 2026 Gresik dengan Nilai 68,56, Ini Daftar Lengkap 10 SMP Terbaik
- Raih JDIH Terbaik II Jatim, Pemkab Gresik Luncurkan AI Hukum Berbasis WhatsApp untuk Layanan Publik
Wilayah yang dilewati mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, sampai karangkiring Kebomas yang dahulu menurut penelitian merupakan salah satu pelabuhan yang besar hingga akhir abad ke-17
Alirannya yang berkelok kelok membentuk huruf S, huruf L atau juga huruf U membuat beberapa tempat di kali Lamong berkedalaman (kedung) Kali Lamong juga terkenal dengan luapanya dimusim hujan sehingga didaerah Benjeng dan sekitarnya sudah faham dan hafal jika terjadi banjir
Dalam dongeng rakyat Jawa Timur (boleh percaya boleh tidak) kali Lamong dilewati salah satu Adipati pertama Kabupaten Lamongan yang bernama Ronggo Hadi atau bisa disebut Kyai Lamong atau mbah Lamong Dikutip Dari Buku Bendjeng Tempo DoeloeKarya Benjeng Pribumi
