INIGRESIK.COM – Pada sekitar tahun 1900 ke bawah tepatnya jalan di tengah kota Gresik banyak ditumbuhi oleh pohon turi. Jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan menuju Pasar Gresik.
Sehingga orang disekitar sana menamai jalan Karang Turi yang berarti hunian yang banyak ditumbuhi pohon turi.
Pohon disekitar sini tumbuh lebat seperti kebun dipelosok desa, masyarakat disekitar daerah karang turi ini memanfaaatkan hasil bumi mereka untuk dijual di Pasar Gresik, biasanya buah turi yang berwarna putih ini digunakan oleh masyarakat untuk memasak sayur.
BACA JUGA
- Wabup Gresik Minta Program OPD Sesuai Kebutuhan Masyarakat Bukan Sekadar Salin Tempel
- Siswi SMAMIO Gresik Sabet 2 Penghargaan di Seoul! Juara Best Idea Innovation Korean Youth Summit 2026
- Kemudahan Mengayuh, Efisiensi Energi: Transformasi Kerja Lansia di Gresik
- Cegah Banjir Kali Lamong, PWI Gresik dan Pemkab Tanam Ratusan Pohon di Desa Jono
- Gempa M 5,5 Guncang Pacitan–Trenggalek, Getaran Terasa hingga Gresik, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Pada perkembangannya daerah ini banyak dihuni oleh para pedagang yang melakukan aktifitasnya di pasar Gresik, sehingga menjadi nama desa yaitu Karang Turi
Sekarang jalan karang turi sudah diganti menggunakan nama seorang pahlawan revolusi 1945 yang mempertahankan Gresik dari serangan Belanda saat itu. nama pahlawan tersebut adalah Usman Sadar

