INIGRESIK.COM – Suasana penuh kehangatan menyelimuti pertemuan silaturahim antara kiai muda KH. Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar) bersama istrinya, Ning Jazil, dengan salah satu kiai sepuh Kabupaten Gresik, KH. Masbuhin Faqih. Pertemuan berlangsung pada Ahad (14/9/2025) di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik.
Dalam momen tersebut, Gus Kautsar tampak penuh takzim menyalami dan mencium tangan KH. Masbuhin yang duduk di kursi roda. Sebaliknya, KH. Masbuhin juga membalas dengan mencium tangan Gus Kautsar. Ekspresi haru dan kehangatan yang terpancar menjadi simbol eratnya hubungan generasi penerus dengan ulama sepuh pesantren di Gresik.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahim keluarga antara Pondok Pesantren Al Falah Ploso dengan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi teladan nyata tradisi adab santri kepada kiai: penuh kelembutan, takzim, serta ketulusan hati yang terus dijaga dari masa ke masa.
Ning Jazil yang turut mendampingi menambah suasana semakin hangat dan akrab. Sejumlah santri dan keluarga yang hadir juga ikut merasakan keharuan, menandai betapa kuatnya nilai kasih sayang dan penghormatan dalam tradisi pesantren.
Silaturahim tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya hubungan antargenerasi ulama. Tidak hanya sebatas pewarisan ilmu, tetapi juga ikatan batin, doa, serta barokah yang diwariskan dari para kiai sepuh kepada generasi penerusnya.
Momen kebersamaan ini semakin bermakna setelah potongan video yang diunggah melalui akun Instagram Al Fikrah beredar luas di masyarakat. Video tersebut bahkan banyak dijadikan status WhatsApp oleh santri maupun warga Gresik, menandakan apresiasi tinggi terhadap kehangatan yang terjalin.
Sebelumnya, dalam sebuah pengajian umum di Kabupaten Gresik pada 26 Juli 2024 lalu, Gus Kautsar juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci merupakan salah satu pesantren muktabar di Jawa Timur.
Pesantren Gresik, Teladan Tradisi dan Adab
Kehadiran dua generasi ulama dalam satu pertemuan ini menjadi simbol berharga bagi masyarakat Gresik. Tradisi penghormatan dan adab santri kepada kiai terbukti tetap terjaga, sekaligus mempertegas bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Sumber NU Gresik

