Categories
Artikel

Demosntran FSPMI Beraksi di Depan Wilmar

Gelombang demonstrasi buruh mulai terasa di Gresik, tepatnya Selasa 20 Oktober 2015 terlihat puluhan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan orasi di depan salah satu perusahaan minyak PT Wilmar Nabati Indonesia yang beralamat di Jl. Kapten Dharmo Sugondo
Dari salah satu facebooker yang menamakan dirinya Yudi Shapar Netral mengunggah beberapa foto dan menjelaskan demonstrasi tersebut hanya mengajak kesejahteraan buruh di Gresik
[post_ads]
(facebook)
Categories
Artikel

Banyak Pungutan di Sekolah Warga Demo

Puluhan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang tergabung dalam Komite Pendidikan Gratis (KPG) menggelar aksi demo Rabu (2/9) didepan kantor pemkab Gresik, mereka  memajang spanduk anti pungli sekolah di pelataran kantor Pemkab Gresik.Aksi ini menuntut praktek komersialisasi pendidikan negeri di Gresik sudah sangat lama berjalan
Demo di depan Pemkab Gresik

Aksi ini juga didukung oleh Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia-Konggres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (SPBI) KASBI, MGPK, dan masyarakat Gresik akan memasang spanduk anti pungli sekolah dan demo, Salah satu praktek dilapangan yang mereka tuntut antara lain tidak transparanya pungutan biaya seragam, Lembar Kerja Siswa (LKS), termasuk Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
“Apa yang kami lakukan saat ini adalah salah satu bentuk protes yang menuntut agar segera dihentikannya komersialisasi dunia pendidikan. Generasi bangsa memiliki hak untuk menjadi belajar, dan bukankah program wajib belajar 12 tahun ditanggung pemerintah. Jadi janganlah pihak sekolah menggunakan cara tak sehat dengan menggalang dana yang semestinya menjadi beban pemerintah,” ujar Hakam selaku divisi Advokasi dan Hukum SPBI-Kasbi Gresik
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Mahin, dengan bijak siap menerima aspirasi para pendemo. “Nanti pasti akan kita perhatikan aspirasi ini,” ujarnya singkat.

sumber : tribunnews

Categories
Artikel

Akhirnya Buruh Artawa Menangkan Gugatan

Majelis Hakim yang di ketuai oleh I Putu Gede Astawa SH,MH dakhirnya memutuskan untuk memenangkan gugatan buruh terhadap PT Artawa dalam Sidang putusan di Pengadilan Hubungan Industri Selasa (04/08/2015)
Konsekuensi dari putusan itu, PT
Artawa harus mengganti upah lembur sebanyak 81 karyawan dengan total Rp 8,5
miliar. Namun, majelis hakim hanya
mengabulkan Rp 957 juta. “Menyatakan
tergugat telah terbukti melanggar
ketentuan perundang-undangan yang
berlaku pasal 78 ayat (2) UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan,” ujar majelis hakim.
Sidang : BeritaJatim
“Banding atau tidak,kita kembalikan keputusan ke Direktur”  ujar Agung Palwono selaku kuasa hukum dari PT.Artawa Indonesia


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

Karyawan Petro Siap Demo Tuntut Kesetaraan Gaji

Gabungan Karyawan PT Petrokimia Gresik (PG) yang tergabung dalam Serikat Karyawan Petrokimia Gresik (SKPG) akan melakukan mogok kerja jika tuntutan kesetaraan gaji yang disampaikan ke PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) tidak dipenuhi. 
Pinto selaku ketua SKPG mengatakan, pada prinsipnya SKPG dengan manajemen PG tidak ada masalah. Tapi, menagih janji pada manajemen PIHC soal kesetaraan remunerasi (gaji) yang disepakati dengan PIHC di Bogor pada 20 Juli 2013. 
“Jika kesetaraan dan tuntutan kami tidak terpenuhi 29 juli 2015. Kami akan melakukan mogok kerja. Mogok kerja ini bukan tujuan utama tapi sebagai alat perjuangan karyawan menagih janji ke PIHC,” tuturnya.

Lebih lanjut Pinto mengatakan, terkait dengan mogok kerja. SKPG sudah mengirim surat pemberitahuan ke Presiden Jokowi, Kementrian BUMN, Kementrian Pertanian, Kementrian Tenaga Kerja, Perdagangan, Ketua DPR RI, dan Dirut PT Pupuk Indonesia Holding Company. 

“Surat pemberitahuannya sudah kami kirim sebelum melakukan aksi,” paparnya.

Dijelaskan Pinto, aksi ini merupakan sebagai puncak kekecewaan. Pasalnya, SKPG selalu mengkomunikasikan dan mengingatkan kepada manajemen PG. Bahkan, manajemen PG telah merespon permohonan SKPG dalam menyusun anggaran melalui RKAP tahun 2014-2015. Namun, selalu dikoreksi dan tidak disetujui oleh pemegang saham PIHC.

“Pemegang saham PIHC tidak pernah menanggapi dengan serius. Padahal, Dirut PG telah meminta izin. 

Tetapi, tidak ada tanggapan berarti dari pemegang saham,” ungkapnya.

Saat ditanya soal holding penggabungan BUMN pabrik pupuk. Dikatakan, Pinto kondisinya malah tidak menguntungkan. Sebab, manajemen PIHC hanya sekedar janji dan tidak konsisten. 

“Selama ini holding yang diterapkan pemerintah tidak tahu persis kemana arahnya, dan belum sempurna. Kami tetap bertekad melakukan aksi mogok kerja sampai tuntutan gaji karyawan PG dari Rp 13,5 juta naik menjadi Rp 15 juta per bulan. Kenaikan itu sangat realistis mengingat laba komprehensif PG naik dari Rp 808 miliar pada 2010 menjadi Rp 1,66 triliun. 
Demikian halnya total aset dari 9,2 triliun pada 2010 menjadi Rp 22,8 triliun pada 2014,” pungkasnya.

Saat ini, karyawan PG yang tergabung dalam SKPG berjumlah 3200 karyawan. Jika sampai terjadi mogok kerja maka kerugiannya bisa mencapai Rp 60-Rp 70 miliar per harinya. (Beritajatim)


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

Tidak Dipekerjakan Warga Duduk Sampeyan Demo Indomarco

Gambar oleh @Elwenwen
Ratusan warga dari Desa Ambeng-ambeng, Desa Watang dan Desa Dalemrejo, Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melakukan demonstrasi  di gudang logistik PT Indomarco Prismatama di desa mereka.
Kumpulan masa yang mengatas namakan Forum Pemuda Desa Ambeng Ambeng Watang Rejo FORDAM ini, berjalan kami bersama ratusan pendemo sehingg mengakibatkan jalur poros pantura dari arah Lamongan ke Gresik, macet 10km. 
Warga sangat kecewa karena sejak beberapa bulan yang lalu hanya di lakukan tes dan ternyata hasilnya warga banyak yang tidak diterima. Kalaupun ada yang diterima kemudian ditempatkan di luar kota. “Warga hanya ingin dipekerjakan di gudang dan pertokoan di sini. Kemarin ada yang melamar kerja tapi ditugaskan di Sidoarjo,” kata Rofil (26), warga Watang, Kecamatan Duduksampean seperti diberitakan tribunnews 
Dari informasi yang dihimpun logistik untuk swalayan Indomart tersebut, membutuhkan sekitar 1500 karyawan. Sebagian besar ternyata pihak Indomart mempekerjakan orang luar Ambeng Ambeng. Sehingga menyebabkan warga disekitar perusahaan tersebut tidak bisa menerima 
diolah dari berbagai sumber 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});