Categories
Artikel

Inilah Desa yang Menerbitkan Larangan Miras dan Karaoke

GRESIK – Tidak hanya pemerintah yang berwenang dalam menertibkan warganya, bahkan setingkat desa bisa saja memberlakukan peraturan bagi warganya, salah satu contohnya yaitu Pemerintah Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampean, Gresik, salah satu desa yang berada di sebelah barat kabupaten Gresik, 
Ilustrasi miras sumber tribunnews
Melalui Peraturan Desa (Perdes) desa ini secara berani melarangan karaoke dan berjualan minuman keras di warung kopi dengan sebuah keputusan Perdes no.03 th 2015 tentang larangan karaoke dan jualan miras yang telah disahkan Kades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). 
“Pentingnya landasan hukum pemberantasan miras ini perlu dibuat, sebab selama ini Pemerintah Desa kesulitan untuk mencegah warga atau pendatang berjualan miras secara bebas ataupun dengan sembunyi-sembunyi,” kata Ahamd Khusaini, pemuda Desa Setrohadi, usai pengesahan Perdes di Kantor Balai Desa, Minggu (10/1/2016) seperti dikutip harian online Tribunnews
Salah satu alasan yang cukup meresahkan desa yaitu munculnya warung-warung kopi yang memberikan layanan karaoke sehingga bisa mengakibatkan keributan dan keresahan warga sekitar. 
Perlu diketahui selama ini, di Kabupaten Gresik, tempat hiburan karaoke telah ditutup, namun kemudian bermunculan di warung-warung kopi.

Di warung kopi biasanya sudah disiapkan sound system aktif pengeras suara dengan dilayani penjaga warung seorang perempuan, terkadang ada yang masih usia remaja. 

“Dengan adanya Perdes ini, pemerintah desa bisa menertibkan pelanggaran yang ada di wilayahnya. Selama ini hanya bisa menghimbau tapi tidak bisa memberikan sanksi,” kata Kades Setrohadi Kunawi.
sumber : tribunnews
Categories
Artikel

Kisah Kopi Godog Mak Ban

Jika Anda sedang berpergian ke Gresik tentu akan sangat mudah menemui bermacam warung kopi (warkop). Mulai dari warkop sederhana sampai warkop yang berbentuk kafe. Namun saat melintasi di Jalan Proklamasi Gresik tak ada salahnya mencoba mampir di Warung Keres.
Penandanya mudah untuk mencapai warkop ini. 
Letaknya di samping rel kereta api yang sudah tak berfungsi di pertigaan Pasar Senggol Gresik. Carilah pohon keres. Nah, di bawah naungan pohon keres ini warkop yang dikelola Mak Ban berada. Lantaran berada di bawah pohon keres pengunjungnya menyebut sebagai Warung Keres.

Warung Keres Mak Ban

Seperti kebanyakan warkop sederhana Warung Keres pun menyajikan kopi tubruk sebagai menu andalannya. Ya, itulah satu-satunya kopi di warung ini.

Si empunya Warung Keres, Mak Ban, menyempatkan berkisah tentang warungnya. 

“Aku wes buka ket mbiyen nak, ket anak-anakku sek podo cilik. Mbiyen warungku nang Tubanan, Gresik, saiki pindah mrene, nang ngisore ‘keres’. Yo, Alhamdulillah anak-anakku wes podho gedhe kabeh, warungku yo tambah rame ngene iki (Saya buka warung kopi ini sudah lama sekali, mulai dari anak-anak saya masih kecil. Dulu warung saya terletak di Tubanan, Gresik, sekarang sudah pindah di sini, tepat di bawah pohon ‘keres’. Ya, Alhamdulillah anak-anak saya sudah besar semua dan warung saya ini tambah ramai pengunjung)”

Warung Keres ini memang cukup nyaman walaupun hanya didirikan dengan sangat sederhana sekali. 

Beratapkan terpal biru dengan penyangga pohon keres yang berdiri tegak di samping kiri dan kanannya. Warung ini sengaja dibuat terbuka alias tak ada dinding sebagai pembatas atau tempat menyandarkan punggung. Cuaca siang yang panas dan secangkir kopi tak membuat tubuh gerah. Angin yang tak terhalang dinding menyapu semilir kesejukan.

“Aku bukak warung iki ket taun wolu papat (1984), yowes ngene iki caraku gawe kopi.” Kopie tuku nang Pasar, aku nyelebnoe nang kono pisan nak. Gelase yo sengojo tak tukokno seng porselen ngene nak, ben enak ben podo kabeh, apik toh. (Saya buka warung kopi ini dari tahun 1984, ya begini memang cara penyajiannya dari dulu. Kopinya saya beli di pasar, menggilingnya juga di sana. 

Cangkir kopinya saya sengaja belikan yang porselen, biar enak, biar semua sama seragam),” kisah Mak Ban.

Porsi kopi yang disajikan di warung ini rata-rata bergelas kecil alias dalam sebuah cangkir. Ketika Anda minta kopi dibungkus, maka barulah gelas sedang yang jadi takarannya. 

Secangkir kopi dihargai Rp 1.500 dan kopi susu dihargai Rp 2.000.

Mak Ban dan Kopi Godog

Tentang penyajian kopi di warung keres ini agaknya berbeda dengan warung kopi lainnya di Gresik. Di daerah Cepu dan Bojonegoro mengenalnya sebagai kopi klothok, sedangkan di Gresik disebutnya kopi godog.

Penyajian kopi di warung ini memang lain. Bubuk kopi halus dimasukkan ke dalam panci, ditambah gula kemudian ditambahkan air panas tua (air yang didihkan berulang-ulang) lalu dipanaskan hingga mendidih.

Perebusan bersamaan antara kopi, gula, dan air panas inilah yang disebut kopi godog. Kopi yang dihasilkan dari cara penyajiannya ini cukup kental dan pahit. Buih yang dihasilkan pun berlimpah dan biasanya digunakan untuk ‘nyethe’. 

Perebusan bersamaan inilah yang membuat bubuk kopi sebagian melarut sempurna dalam air. Kepekatan kopi godog lain daripada kopi tubruk. Warna yang dihasilkan pun lebih gelap dan lebih kental.

Cara penyajiannya yang tak biasanya tersebut membuat Warung Keres tak pernah sepi. Riza (Pelajar, 18 tahun) dalam sehari ia biasa ngopi 2-3 kali. “Kopi yang disajikan bikin ketagihan, rasanya sangat ‘kereng’ dan harganya pun sangat murah,” katanya.

Mak Ban sengaja memilih bubuk kopi yang halus tidak yang masih kasar. Bubuk kopi yang kasar akan menyebabkan butiran yang masih mengambang di permukaan. 

Panci perebusan kopi dipilih yang kecil. Sekali merebus kopi menghasilkan 5 cangkir kopi godog. Tentang rasa kopi godog memang agak lain daripada kopi tubruk. Sensasi kelat di lidah akan terasa lebih lama. Kelat ini disebabkan pelarutan bubuk kopi yang larut dalam air panas.

[post_ads]

Secangkir kopi godog dapat membuat kantuk menjadi hilang. Sensasi kelat kopi godog yang pahit itulah yang membuat mata terjaga.

Bahkan pengunjung Warung Keres menamai kopi godog sebagai kopi kereng.

Ahmad, seorang pekerja jaga malam, memberi komentar, “Kopi Mak Ban ancen kereng seje karo kopi-kopi liyane nang Gresik, paite iku loh garai moto melek terus. (Kopi Mak Ban memang kuat beda sama kopi-kopi lainnya di Gresik, pahitnya itu membuat mata terjaga terus).”

sumber : http://www.minumkopi.com/kedai/15/12/2012/kopi-godog-mak-ban/#.VeMbkdR_Oko

Categories
Artikel

Warung Kopi Tertua di Gresik, Benarkah Warung Cak Rokhim ?

Kopi Kopyok dan minuman Secang
Gresik – Bangunan kecil layaknya warung kopi sepintas sama dengan lainnya di Gresik, ada sajian nasi bungkus, gorengan, dan minuman khas
kopi, yang berbeda di warung ini adalah sajian kopinya yang khas, tidak ada kopi
susu yang tersedia adalah kopi alus dan kopi kopyok atau kopi sederek yang dibuat sendiri oleh pemiliknya. dan ada lagi menu minuman secang
Dari ribuan warung kopi di Gresik warung yang sering disebut warung cak rokhim ini memang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, selain sajian menu spesialnya, warung ini memulai daganganya berbeda dengan yang lain, setiap subuh warung ini sudah banyak dikunjungi dan tutup hanya sampai siang atau waktu sholat dhuhur
Benarkah warung cak Rokhim tertua di Gresik ?
Setelah menanyakan kepada Kris Adji salah satu pegiat budaya Gresik mengenai warung kopi tertua, maka didapatlah sebuah alamat dengan nama warung cak Rokhim yang berada tepat dibelakang masjid Jami’ Gresik atau di jl Wakhid Hasyim Gang 3. untuk memastikan maka kami secara langsung mendatangi lokasi
“Sekitar lima puluh tahun” begitu ujar Sunarsih ketika ditanya umur dari warung cak rokhim, perempuan paruh baya ini merupakan generasi penerus kedua setelah cak rokhim tidak lagi mengelola dan melayani pelanggannya
Mengenai warung kopi tertua, penulis belum memastikan ada di tempat yang berbeda, namun setidaknya keunikan dan kelezatan kopi ini bisa dijadikan referensi bagi penghuni Gresik yang belum mengetahuinya
warung cak rokhim dibelakang masjid jami’


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

Dampak Negatif Warung Kopi Bagi Anak

Sekumpulan Bocah Cangkruk di Warkop GKB
NGOPI bukan hal baru di Gresik, hampir setiap jalan besar maupun kecil WARKOP (Warung Kopi) berjamuran menjajakan dagangannya. Gresik sebagai kota SANTRI (Kawasan Industri) pastinya banyak para pekerja dalam maupun luar daerah membuang lelah setelah seharian bekerja di warung kopi. 
Namun apa jadinya apabila ngopi di lakukan anak yang masih berusia kurang dari 10 tahun di jam malam.

Sabtu malam minggu tepatnya jam 8.30 Ketika saya beranjak ke warung kopi yang berada di timur supermarket besar di daerah GKB Gresik. Saya melihat sekumpulan anak kecil nongkrong layaknya orang dewasa. Secangkir kopi dan gorengan menjadi temannya. Dengan fasilitas Free Wifi membuat tambah betah si bocah untuk berlama-lama di warung sambil bermain game di Smartfone nya. 

Dengan sedikit penasaran saya bertanya penjaga warung. itu anak tinggalnya dekat warung mas, seminggu biasanya 2 kali kesini. Kadang malam sabtu, kadang malam minggu, kalau engak di jemput ibuknya ya gak pulang “ujar penjaga warung.
Setelah jam menunjukkan pukul 10 malam sedikit terbesit di benak saya. Orang tuanya dimana ya. Kok tidak mencari. Barulah pukul 10.15 ibu salah satu anak tersebut datang menjemput anak. Sekumpulan anak yang asik bermain juga ikut pulang. 
Kebiasaan ini sangatlah memprihatinkan, anak yang seharusnya mendapat bimbingan pelajaran kehidupan dari keluarga, malah keluyuran tertemu dengan orang-orang dewasa para perokok aktif. Belum lagi dampak smartfone mereka. Hanya mengetik huruf “x” sebanyak 3x berbagai situs dan gambar yang tidak pantas bermunculan. 
Maka dari itu perhatikanlah anak-anak kita, jangan sampai generasi penerus bangsa kita hancur karena kurang pengawasan dan smartfone. Awasi setiap aktifitas mereka, karena anak adalah harta termahal dan menjadi penolong di kemudian hari nanti. 
Ditulis : Wildan Icksani


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

5 Segmentasi Warung Kopi Sesuai Waktu Kunjungannya

ilustrasi kopi – @fimela  

Gresik – Perkembangan warung kopi dewasa ini sangat menjamur di kota pudak Gresik, Bahkan jumlah pastinya belum ada penelitian yang bisa menyebutkan secara pasti. Peran budaya lokal yang sangat kuat tidak terbendung oleh industrialisasi yang semakin besar pula, keberadaan warung kopi “Warkop” juga membantu perekonomian warga. Apa saja keunikan warung kopi gresik di bandingkan kota kota lain, berikut kita coba beberapa pembahasan

Segmentasi warung kopi berdasarkan minta dan waktu di Gresik, menurut budayawan Cak Noed, dibedakan menjasi beberapa kelompok
1. Warung Kopi Subuhan
Biasanya akan banyak dikunjungi oleh para angkatan tua, mereka biasa bercengkerama diwarung kopi setelah mengerjakan kewajiban sholat Subuh, warung kopi akan banyak dijumpai orang orang tua bersarung dan berkopiah 
2. Warung Kopi Setelah Jam 6.00
Ketika Memasuki waktu dhuha , para pelanggan warkop akan berganti pengunjung, mereka kebanyakan adalah generasi berikutnya atau yang lebih muda namun sudah berumur sudah berumur
3. Warung Kopi Siang Hari 
Para pekerja, pelajar anak muda biasanya menggunkan warung kopi pada jam siang hari ini sebagai tempat “cangkrukan”
4. Warung Kopi di Sore Hari
Ketika selesai mengerjakan kopiah, tenun atau lainnya biasanya sebagian warga Gresik akan memenuhi warung warung kopi disekitarnya
5. Warung Kopi di malam hari 
Ketika memasuki malam hari warung kopi sudah banyak dikunjungi dari berbagai elemen dan segmentasi umur, mereka menyatu menjadi satu

sumber : diolah dari wawancara dengan tokoh budaya

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});