INIGRESIK.COM – Kejaksaan Agung Republik Indonesia mencatat sejarah baru dalam penegakan hukum dengan menyita uang tunai sebesar Rp11,8 triliun dari lima anak perusahaan Wilmar Group dalam kasus dugaan korupsi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Penyitaan ini diumumkan secara resmi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bundar Kejagung RI pada Selasa, 17 Juni 2025.
Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Sutikno, menjelaskan bahwa jumlah uang yang disita merupakan hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan analisis akademik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).
Langkah hukum ini merupakan kelanjutan dari pengusutan kasus pemberian fasilitas ekspor CPO pada tahun 2022, yang diduga menyebabkan kerugian negara dalam skala sangat besar. Kejagung menegaskan bahwa nilai penyitaan kali ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penanganan kasus korupsi di Indonesia.
BACA JUGA: Gresik Gaspol! 100 Hari Kerja Bupati Gus Yani dan Wabup dr. Alif Sukses Tuntaskan 90% Nawarkarsa
“Barangkali hari ini merupakan konferensi pers terhadap penyitaan dalam sejarahnya ini yang paling besar,” ujar Harli Siregar, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, di hadapan puluhan awak media.
Kasus ini sendiri melibatkan praktik-praktik manipulatif yang diduga dilakukan oleh anak perusahaan Wilmar Group untuk mendapatkan kuota ekspor CPO di tengah kebijakan pelarangan ekspor pemerintah. Selain itu, penyidikan juga mengarah pada dugaan adanya kolusi dengan pejabat tertentu di kementerian terkait.
Dengan penyitaan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar ini, Kejagung berharap dapat memberikan efek jera dan memperkuat integritas sistem ekspor komoditas strategis Indonesia.
Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum kini semakin serius dalam membongkar kasus-kasus korupsi besar, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi nasional.
Penyidikan dan proses hukum terhadap pihak-pihak terkait, termasuk pejabat korporasi dan instansi pemerintahan, masih terus berlangsung.
Sumber : diolah
Gambar : AI

