INIGRESIK.COM – Banyak riset menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.
Tidak mengherankan jika saat ini Indonesia menjadi salah satu negara rujukan para pelajar muslim untuk menimba ilmu keagamaan serta mempelajari metode dakwah yang sangat efisien.
terhitung hanya sekitar 2 abad atau sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16 Indonesia menjadi negara mayoritas penduduknya beragama Islam yang sebelumnya bertahun-tahun mayoritas beragama Hindu, Budha, serta Atheisme.
Catatan penyebaran agama Islam ini tercatat jelas oleh para sejarahwan dunia salah satunya yang ditulis oleh Ibnu Bathuthah dalam kitab Kanzul Ulul.
BACA JUGA
- 468 ASN Terima SK di Gresik, Bupati Fandi Akhmad Yani Tekankan 3 Pesan Penting Soal Disiplin dan Integritas
- TMMD ke-128 Gresik Resmi Dibuka 22 April 2026, Libatkan Ratusan Personel untuk Percepat Pembangunan Desa
- 2 Siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik Lolos UGM 2026, Ini Strategi Rafa dan Khansa Tembus Kampus Top Nasional
- Pemuda Gresik Raih Medali Emas hingga Sukses di Dunia Digital, Ini Kisah Muhammad Taufik Rahman Bangun Karier dari Nol
- Bupati Gresik Terima Kunjungan Bupati Lamongan di TPA Ngipik, Perkuat Kolaborasi Wujudkan PSEL
Alam catatan sejarahnya Ibnu Bathuthan menjelaskan secara terperinci peran besar Wali Songo dalam menyebarkan agama di Nusantara.
Metode dakwah yang santun dan terorganisir, serta pendekatan secara persuasif dengan pembinaan sosial budaya yang diarahkan sesuai syari’at Islam dan meninggalkah hal-hal yang memang tidak sesuai syari’at Islam membuat Wali Songo mendapat perhatian dari masyarakat tak terkecuali dihapusnya sistem kasta yang saat itu banyak berkembang di Masyarakat. Wali Songo merupakan suatu dewan dakwah atau dewan mubaligh.
Apabila salah seorang dari dewan tersebut pergi atau meninggal dunia maka akan diganti oleh wali lainnya.
Dalam perjalanan sejarah Wali Songo melakukan sidang sebanyak tiga kali, pertama pada tahun 1404 M dengan sembilan Wali, kedua pada tahun 1436 M dimana terdapat tiga Wali masuk menggantikan yang wafat, serta pada tahun 1463 M dimana terdapat empat wali masuk menggantikan para wali yang wafat dan para wali yang pergi untuk hijrah dakwah diluar Nusantara.
Menurut KH. Dachlan Abdul Qohar dalam buku Kisah Wali Songo yang ditulis Mbah Rahimsyah, menyebutkan bahwa pada tahun 1466 M, Wali Songo melakukan sidang lagi membahas berbagai hal.
Diantaranya adalah perkara Syeikh Siti Jenar, serta wafatnya dua orang Wali yaitu Maulana Muhammad Al Maghrobi dan Maulana Ahmad Jumadil Kubro, serta masuknya dua orang Wali menjadi anggota Wali Songo. Dalam beberapa catatan sejarah menjelaskan adal lima periodesasi dewan dakwah Wali Songo.
Insya’allah Bersambung…
@wahyufirsyah

