INIGRESIK – Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menorehkan prestasi nasional setelah BUMDes Cipta Sejahtera dinobatkan sebagai juara nasional bidang inovasi tahun 2025/2026. Keberhasilan ini tidak lepas dari tata kelola profesional berbasis kekeluargaan serta strategi pemanfaatan potensi desa dengan jumlah penduduk sekitar 14.600 jiwa sebagai kekuatan ekonomi utama.
Kepala Desa Yosowilangun, Haji Abdul Rasyid, bersama Ketua BUMDes Trias, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan terletak pada pola manajemen yang mengedepankan kolaborasi. Struktur organisasi dijalankan dengan semangat kekeluargaan sehingga memudahkan proses diskusi, pengambilan keputusan, dan inovasi tanpa terhambat birokrasi yang kaku.
Berbeda dengan desa lain yang mengandalkan sektor pertanian, Yosowilangun tidak memiliki lahan sawah luas. Namun, kepadatan penduduk justru dipandang sebagai peluang pasar yang besar. Dari sinilah BUMDes Cipta Sejahtera merancang strategi bisnis berbasis kebutuhan masyarakat dan potensi lokasi yang strategis di kawasan industri Gresik.
Salah satu inovasi yang disebut sebagai langkah pecah telur adalah ekspansi ke bisnis periklanan melalui pengelolaan papan reklame. Pada awalnya, langkah ini diragukan karena keterbatasan lahan. Namun, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah terkait perizinan, unit usaha tersebut mampu berjalan secara profesional dan menjadi salah satu sumber pendapatan utama.
Dalam dua hingga tiga tahun pertama, keuntungan BUMDes tidak langsung dibagikan sebagai insentif. Manajemen memilih menginvestasikan kembali pendapatan untuk pembelian aset seperti kendaraan operasional serta perbaikan infrastruktur pendukung. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi berikutnya.
Di tengah tantangan pengurangan anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Desa Yosowilangun menerapkan kebijakan berbeda. Hanya sebagian Dana Desa dialokasikan untuk pembangunan fisik, sementara porsi lebih besar diarahkan pada program pemberdayaan masyarakat. Langkah ini memperkuat posisi BUMDes sebagai tulang punggung ekonomi desa.
Baca Juga : Populasi Tersisa Kurang dari 250 Ekor, Rusa Bawean Terancam Punah Meski Pernah Jadi Maskot Asian Games 2018
Selain periklanan, BUMDes juga mengembangkan berbagai unit usaha seperti mini soccer, bistro, dan koperasi desa. Diversifikasi usaha ini dirancang untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga setempat.
Ke depan, Desa Yosowilangun menargetkan pengembangan kawasan ekonomi baru di atas lahan milik pemerintah daerah. Proyek tersebut direncanakan terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, perumahan subsidi, hingga sekolah rakyat.
Haji Abdul Rasyid menekankan bahwa menjadi kepala desa bukan sekadar soal kewenangan, melainkan tentang membangun kepercayaan dan kecintaan masyarakat. Ia menyebut kepala desa harus berani berinovasi serta berperan sebagai fasilitator yang menyiapkan payung hukum dan ruang gerak bagi pengelola BUMDes untuk berkembang secara profesional.
Prestasi juara nasional yang diraih BUMDes Cipta Sejahtera menunjukkan bahwa desa dengan keterbatasan sumber daya alam tetap mampu bersaing melalui inovasi dan tata kelola yang tepat. Model Yosowilangun menjadi contoh bahwa pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan menuju kemandirian desa.

