INIGRESIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menegaskan posisinya sebagai magnet investasi utama di Jawa Timur melalui ajang DISWAY Explore Business with Dahlan Iskan, Minggu (25/1/2026). Mengawali sambutan dengan filosofi lokal melalui sajian Sego Krawu, Pemkab Gresik mengirimkan pesan kuat: pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan identitas dan kesejahteraan rakyat.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, di hadapan 44 pengusaha nasional dari berbagai sektor, menegaskan komitmennya untuk memangkas segala bentuk birokrasi yang menghambat masuknya modal ke wilayah “Kota Pudak” tersebut.
Sinergi Ekonomi: Dari KEK JIIPE hingga Hilirisasi Industri
Sebelum melakukan audiensi di Kantor Bupati, para peserta yang terdiri dari pengusaha sektor pangan, energi, hingga teknologi informasi ini meninjau langsung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Manyar. Kawasan ini merupakan tulang punggung realisasi investasi Gresik yang mencapai angka fantastis Rp29,4 triliun dalam beberapa tahun terakhir.
Wabup Alif menjelaskan bahwa Gresik bukan sekadar menawarkan lahan, melainkan ekosistem yang matang dengan keberadaan sembilan pelabuhan strategis dan infrastruktur industri yang terintegrasi.
Kebijakan Lokal: Investasi Naik, Kemiskinan Wajib Turun
Satu hal yang menjadi sorotan utama bagi para investor adalah ketegasan Pemkab Gresik terkait penyerapan tenaga kerja. Melalui Perda No. 7 Tahun 2022 dan Perbup No. 71 Tahun 2024, perusahaan diwajibkan menyerap minimal 60 persen tenaga kerja lokal.
“Investasi di Gresik kami dorong tumbuh, tetapi prinsipnya jelas: investasi naik, angka kemiskinan wajib turun. Kami tidak hanya menuntut kuota, tapi kami menyiapkan SDM-nya melalui pelatihan bersertifikat BNSP,” tegas Wabup Alif.
Beliau juga menjamin keamanan berinvestasi dengan membuka ruang aduan terbuka. “Pintu kami terbuka. Saya dan Pak Bupati akan menindak tegas jika ada pihak yang menghambat Bapak-Ibu dalam berinvestasi selama syarat terpenuhi,” imbuhnya.
5 Proyek Strategis (IPRO) yang Siap Dipinang
Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menambahkan bahwa arah kebijakan saat ini adalah kemaslahatan. Untuk itu, Pemkab mengenalkan lima Investment Project Ready to Offer (IPRO) unggulan:
- Industri Pengolahan Logam Tembaga.
- Industri Alat dan Mesin Pertanian.
- Industri Hilirisasi Timah.
- Industri Garam Farmasi.
- Unit Pengolahan Ikan (UPI) bernilai tambah.
Langkah Pemkab Gresik menggunakan kuliner tradisional sebagai entry point komunikasi bisnis adalah strategi soft power yang cerdas. Secara substansi, keberanian Wabup Alif menggaransi “nol hambatan” birokrasi adalah poin krusial bagi investor yang seringkali mengkhawatirkan hidden cost di daerah.
Namun, tantangan terbesar tetap pada konsistensi penegakan Perda 60% tenaga kerja lokal. Jika kualitas SDM lokal tidak mampu mengejar spesifikasi industri di KEK JIIPE, kebijakan ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi daya saing daerah.

