SurabayaNetwork.id – Berikut kita simak profil Pahlawan Nasional Asal Bawean Gresik yang bernama Harun Thohir.
Kopral Dua KKO (Anumerta) Harun Said bin Muhammad Ali atau lebih dikenal dengan Harun Thohir merupakan salah satu pahlawan nasional yang lahir di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tepatnya pada 4 April 1947 dan meninggal di Singapura, 17 Oktober 1968 pada umur 21 tahun.
Harun Thohir merupakan salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Korps Marinir) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia.
BACA JUGA
- Kolaborasi Pemkab Gresik dan Industri Tuai Apresiasi Menteri PPPA, Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Prioritas
- Job Fair Gresik Dibuka Awal Juli 2026, Buka Ribuan Lowongan Kerja
- Nasib Investasi dan UMKM Gresik Ditentukan Mulai Besok: 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Disebar ke Lapangan, Ini Dampaknya bagi Warga
- Aksi Donor Darah Gressmall dan PMI Gresik Amankan Stok Darah di Tengah Tingginya Kebutuhan Medis
- SMP Plus Jauharul Maknuun IBS Juara TKA 2026 Gresik dengan Nilai 68,56, Ini Daftar Lengkap 10 SMP Terbaik
Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Usman, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965 (lihat Pengeboman MacDonald House).
Atas jasa-jasanya kepada negara, Kopral KKO TNI Anumerta Harun bin Said alias Thohir bin Mandar Anggota Korps Komando AL-RI Harun bin Said dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.050/TK/Tahun 1968, tgl 17 Okt 1968.
Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta, dan kini nama ia diabadikan menjadi nama Kapal Republik Indonesia, KRI Usmman-Harun
Sumber : Wikipedia | Berbagai Sumber

