Gus Yani menyebut, sentra oleh-oleh khas Gresik menjadi rumah bagi pelaku UMKM. Bahkan, ada penambahan program baru di sana. Yakni, klinik revitalisasi ekspor bersama Bea Cukai Gresik.

Tujuannya, mengajak pelaku UMKM berani ekspor serta mengembangkan potensi yang ada. Misalnya, meningkatkan kualitas produk. Meliputi kemasan dan sebagainya.

“Pelaku UMKM tidak perlu takut produknya gagal diekspor. Cukup fokus mengembangkan kualitas produk. Soal izin dan lainnya itu urusan pemerintah dan Bea Cukai Gresik,” tegasnya.

Mengenai kepastian UMKM yang bersedia menempati Poedak Galery, Gus Yani menyebut, secara teknis akan dibahas oleh tim dari pelaku UMKM.

“Prinsipnya, Poedak Galery menjadi rumah bersama. Termasuk hadirnya Bea Cukai dan Bank Gresik sebagai suport terhadap pelaku UMKM,” pungkas Gus Yani didampingi Ketua TP PKK, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Kabupaten Gresik, Agus Budiono menambahkan, dibukanya kembali Poedak Galery tentunya untuk pemulihan ekonomi. Para pelaku UMKM akan kembali beroperasi.

Jika tidak ada aral melintang, rencananya sentra kuliner dan oleh-oleh khas Gresik tersebut akan dibuka lagi pada akhir September 2021. Saat ini tengah membahas mengenai teknis bersama pelaku UMKM.

“Terima kasih pak bupati, Poedak Galery akan dibuka lagi dengan kemasan baru. Tentu tujuannya pemulihan ekonomi nasional,” terang Agus.

Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto mengatakan, sejumlah produk UMKM Gresik diminati pasar luar negeri. Pihaknya juga akan melakukan pendampingin izin hingga ke pemerintah pusat.

“Mulai dari sambal, kopi, legen dan beberapa produk asli gresik yang sudah ekspor ke Hongkong. Ternyata dari pengepul di Hongkong, kemudian diekspor lagi ke Eropa dan Turki,” ungkapnya.

Sumber Tribunnews

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!