SurabayaNetwork.id – Berikut kita simak profil Pahlawan Nasional Asal Bawean Gresik yang bernama Harun Thohir.
Kopral Dua KKO (Anumerta) Harun Said bin Muhammad Ali atau lebih dikenal dengan Harun Thohir merupakan salah satu pahlawan nasional yang lahir di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tepatnya pada 4 April 1947 dan meninggal di Singapura, 17 Oktober 1968 pada umur 21 tahun.
Harun Thohir merupakan salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Korps Marinir) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia.
BACA JUGA
- BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kementerian Koperasi, Perluas Perlindungan Jaminan Sosial untuk Anggota Koperasi di Seluruh Indonesia
- Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 5,87 Juta Batang Rokok Ilegal
- Pelepasan Jamaah Haji Gresik 2026 Berlangsung Haru, Ribuan Keluarga Antar Keberangkatan ke Tanah Suci
- 281 Perkara Tuntas dalam 5 Bulan, Bupati Yani Apresiasi Sinergi Penegak Hukum di Gresik
- May Day 2026 di Gresik Berlangsung Kondusif Tanpa Demo, Pemkab dan Buruh Perkuat Komitmen Jaga Investasi
Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Usman, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965 (lihat Pengeboman MacDonald House).
Atas jasa-jasanya kepada negara, Kopral KKO TNI Anumerta Harun bin Said alias Thohir bin Mandar Anggota Korps Komando AL-RI Harun bin Said dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.050/TK/Tahun 1968, tgl 17 Okt 1968.
Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta, dan kini nama ia diabadikan menjadi nama Kapal Republik Indonesia, KRI Usmman-Harun
Sumber : Wikipedia | Berbagai Sumber

