Categories
Artikel

Dimana Trotoar Untuk Tunanetra?

Di Indonesia sendiri kebanyakan trotoar malah berubah menjadi multifungsi. Bukan lagi menjadi sarana yang di berikan oleh pemerintah yang seharusnya di manfaatkan khususnya bagi pejalan kaki dan bagi penyandang tunanetra, trotoar kini malah beralih fungsi menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima, tempat parkir motor ataupun sebagai jalur alternatif. Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa para pengendara motor pun nekat masuk ke area trotoar untuk membelah kemacetan dan mendahului kendaraan di depannya. Hal tersebut tentulah tidak nyaman bagi para pejalan kaki yang merasa haknya telah di rampas. Apalagi para penyandang difabel khususnya tunanetra yang merasa bahwa mereka tidak mendapatkan haknya secara adil. 
Oleh karena itu di bangunlah garis kuning atau guiding block (garis pemandu) yakni jalur khusus bagi para tunanetra sebagai petunjuk arah di trotoar. Guiding block biasanya memiliki kontur yang terdiri atas empat garis lurus. Guiding block yang bergelombang memperingatkan penyandang tunanetra bahwa didepannya ada persimpangan. Guiding block dengan bulatan-butan kecil disebut juga warning block menandakan adanya area berbahaya, misalnya jalur masuknya mobil ke gedung seperti kantor/pusat perbelanjaan. 
Tetapi belum sepenuhnya trotoar di indonesia di lengkapi dengan adanya garis kuning atau guiding block (garis pemandu), masih banyak para tunanetra yang kesulitan menentukan arah jalan ketika mereka melintasi trotoar tanpa adanya pemasangan garis kuning atau guiding block (garis pemandu). Karena di Indonesia belum sepenuhnya memiliki fasilitas yang bisa dibilang memadai untuk bisa di manfaatkan bagi para pejalan kaki terutama bagi kaum difabel khusunya bagi tunanetra. Faktanya bahwa sebagian garis kuning atau guiding block (garis pemandu) yang berada pada trotoar malah menyesatkan atau menimbulkan bahaya bagi penggunannya, kesanya pemasangan guiding block tersebut tidak memiliki keseriusa dan asal jadi. 
Hal ini dapat di buktikan dengan masih dijumpai pemasangan guiding block (garis pemandu) yang sembarangan sehingga mengarah kearah yang kurang tepat seperti, ke arah yang berlubang atau mengarah ke tiang listrik dan sebagainya, hal tersebut akan menimbulkan bahaya bagi para tunanetra, seperti mereka bisa terperosok ataupun menabrak tiang listrik. Bisa dikatakan bahwa garis kuning atau guiding block (garis pemandu) banyak yang mengalami kerusakan atau keretakan mungkin karena seringkali di lintasi oleh para pengendara motor. Minimnya pelayanan dari segi arsitektural untuk memanfatkan pelayanan publik bagi para penyandang difabel membuat mereka seringkali merasa kehilangan haknya layaknya masyarakat yang lain dalam mendapatkan pelayanan yang seharusnya. 
Karena pada dasarnya Mereka hanya menginginkan agar dapat bergerak dalam lingkungan yang memiliki kenyamanan, keselamatan dan kemudahan yang berstandar sama dengan masyarakat yang lain.
Pemerintah seharusnya dapat menjamin semua peraturan perundangan yang berkaitan dengan pemberian pelayanan khusus bagi penyandang difabel. Pada kenyataanya, kebanyakan masyarakat bersifat acuh tak acuh dan belum paham betul atau bisa dikatakan tidak mengetahui fungsi sebenarnya garis kuning atau guiding block pada trotoar. Itu merupakan salah satu faktor banyaknya pengendara motor yang melindas guiding block, sehingga menyebabkan kerusakan atau bahkan hilangnya guiding block. Kebanyakan dari masyarakat mengira bahwa itu hanya hiasan trotoar atau hanya untuk membedakan arah pejalan kaki. 
Padahal garis kuning atau guiding block tersebut berfungsi sebagai pentunjuk arah bagi penyandang tunanetra. Seharusnya seiring dengan adanya pembangunan guiding block perlu adanya konsultasi dengan para tunanetra itu sendiri dan perlu adanya sosialisasi sengan masyarakat, sehingga masyarakat paham betul fungsi dari garis kuning atau guiding block (garis pemandu) yang ada di trotoar. 
Jadi tidak menimbulkan kesan bahwasanya pemasangan guiding block tersebut tidak kena sasaran dan tidak dapat di manfaatkan oleh para difabel khususnya bagi penyandang tunanetra. Bagi anda masyarakat Indonesia yang kini telah mengetahui fungsi dari garis kuning yang ada di trotoar hendaknya berikan jalan tersebut kepada yang berhak untuk memanfaatkanya. 
 ————————————————-
Kiriman dari Yanti Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (0812-3178-5656) 
Gambar Ilustrasi dari Medium
Categories
Artikel

Pasar Kaget Jum’at di Gresik

Menurut bahasa, pasar memiliki arti tempat berakad antara penjual dan pembelih dalam melakukan transaksi jual beli berupa barang maupun jasa. Umumnya lokasi pasar terletak di pusat kota atau dekat dengan pemukiman padat penduduk. Tak hanya itu, pasar sangat identik dengan wanita dan keperluan rumah tangga. Namun ada yang berbeda untuk pasar yang satu ini, pasar kaget “Jum’at” begitu banyak orang menyebutnya. 
Pasar kaget “Jum’at” banyak ditemui di hampir berbagai daerah, Pasar kaget “Jum’at” merupakan aktivitas jual beli khusus hari Jum’at yang biasanya terletak di halaman Masjid. Tidak seperti lazimnya di pasar, pasar kaget “Jum’at” didominasi para pria terutama setelah sholat Jum’at usai.
Pasar kaget “Jum’at” juga banyak menjamur di kota Gresik, salah satunya di Masjid Jamik Gresik. Tidak mengherankan, masjid terbesar yang menjadi pusat acuan informasi masjid-masjid di Gresik sejak abad ke-14 ini mampu menampung puluhan ribu jama’ah, hal tersebut belum termasuk jama’ah yang Sholat di halaman masjid ataupun di Alun-alun yang lokasinya tepat di muka Masjid Jamik Gresik. Tidak mengherankan kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang untuk menggelar lapak dagangannya. 
Aktivitas jual beli yang secara rutin hanya berlangsung sepekan sekali ini menawarkan berbagai macam barang dagangan, diantaranya terdapat sarung, kopiah (songkok), Taqwo, parfum, serta berbagai macam barang pelengkap ibadah. Tak hanya itu, jama’ah yang usai sholat Jum’at dimanjakan dengan suguhan berbagai macam kuliner yang beragam di area tersebut. Namun ada hal unik diantara berbagai para pedagang tersebut, yakni promosi dilakukan dengan cara berteriak dengan kencang. Hal tersebut dilakukan agar menarik minat para jama’ah untuk menyaksikan aksi demo kelebihan dari barang dagangannya. 
Produk yang banyak dijual sangat direkomendasikan, selain mayoritas terbuat secara alami dan herbal untuk jenis obat-obatan maupun kuliner, disini banyak berbagai jenis hasil UMKM Gresik yang kualitasnya tak dapat diragukan lagi. Seperti halnya sarung atau pun kopiah (songkok) buatan Gresik yang telah banyak dipakai oleh pembesar di negeri ini dan mendapat banyak perhatian di jagat perdagangan nasional maupun internasional.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

Giliran KAMMI Ultimatum Jokowi.!

Aksi Mahasiswa Ingatkan Jokowi
Aksi penolakan atas kebijakan Jokowi terus berlanjut, Kamis 19 Maret 2015 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Surabaya gelar aksi Ultimatum Jokowi. Mereka menilai 5 bulan masa kerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak ada prestasi yang menonjol dari kabinet kerja, bahkan banyak rapot merah yang menyengsarakan rakyat. Dari pengangkatan politis partai pendukung H.m Prasetyo menjadi Jaksa Agung, sampai pengangkatan Budi Gunawan menjadi Kapolri yang membuat kisruh KPK-POLRI. 
Di panas siang Surabaya tepatnya jam 1 siang, Puluhan mahasiswa aksivis KAMMI Se-Surabaya di gelar aksi di depan gedung Grahadi Surabaya. Dalam aksi teatrikalnya, KAMMI membakaran patung Jokowi sebagai symbol matinya Hukum Di Indonesia. 
Nilai tukar rupiah merosot tanpa bisa di rem lagi, 13.300 per dollar AS menandakan masa pemerintahan jokowi tidak becus menstabilkan perekonomian Indonesia yang sedang goyah. Tak puas mencabut subsidi BBM. Harga gas LPG melonjak, TDL naik dan tiket transportasi seperti kereta api juga ikut di naikkan. Inikah yang di sebut revolusi mental.! Ujar Gading selaku korlap. 
Dalam aksinya mereka menuntut (1) Untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan masyarakat, baik sembako,BBM,TDL,LPG secara cepat. (2) membangkitkan Marwan dan kedaulatan bangsa Indonesia dengan pemerintahan yang professional, tegas dan bebas Intervensi. (3) memperkuat pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. “ Jika sampai 24 Mei 2015 tuntutan ini tidak di realisasi, maka KAMMI akan membuat gerakan yang lebih besar! Ujar Arbi.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

“Gresik dalam Ungkapan”

Suasana Pelabuhan Bongkar Muat Gresik
“Andai Jakarta adalah otaknya, Surabaya adalah jantungnya, maka Gresik adalah hatinya”.
Ungkapan diatas bukan sesuatu yang berlebihan untuk sebuah kota pesisir di utara Jawa Timur. Gresik, sebuah kota yang telah menyandang status “Kota Santri”, “Kota Wali”, “Bumi para Wali”, dan sebagainya telah menjadi gerbang masuknya agama Islam di Nusantara abad ke-10 masehi. Hal ini bisa dibuktikan dengan prasasti makam Sayyidah Siti Fathimah binti Maimun seorang pendakwah yang masih keturunan Rasulullah SAW, selain itu terdapat hampir 300-an makam para Waliyullah yang telah teridentifikasi, secara otentik masih terus dikembangkan dan tidak akan menutup kemungkinan akan terus bertambah. 
Menginjak abad ke-21, Gresik telah berkembang menjadi kota industri. Modernisasi tak dapat dihindarkan lagi baik dari segi tekhnologi, sosial, dan budaya. Namun kereligusan serta budaya islami warganya ternyata masih tetap terjaga dengan baik terutama di daerah pusat kota (Alun-alun Gresik dan sekitarnya), Giri, Manyar, Sidayu, dan beberapa permukiman penduduk lokal asli Gresik lainnya. 
Menengok salah salah satu pusat peradabaan Islam di Timur Tengah, tepatnya di kota “Ilmu” Tahrim, Yaman. Disana tercatat sebagai kota dengan makam para Ulama terbanyak di dunia terhitung hampir ratusan ribu, serta ribuan ulama yang masih hidup dan aktif berdakwah. Hal ini ternyata juga terjadi di Gresik, selain terdapat sejumlah makam para Waliyullah, di banyak tempat masih sangat mudah ditemukan pusat pendidikan agama baik berupa pesantren maupun sekolah formal berbasis agama Islam. Banyak diantara Ulama di kota Gresik yang belajar agama Islam di luar negeri, salah satunya sebagai santri Abuyya Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani. Beliau merupakan Ulama besar dari Saudi Arabia, santrinya tersebar di hampir seluruh belahan dunia tak terkecuali di kota Gresik. Selain itu masih banyak Ulama Gresik yang menimbah pengetahuan ilmu agama di negeri Yaman, Irak, dan sebagainya. 
Usia Gresik yang mencapai 528 tahun (9 Maret 1487 – 9 Maret 2015) telah dikenal sebagai kota berakhlaq dan beriman jauh sebelum istilah Gresik itu sendiri. Dengan meneladani Rasulullah SAW yang juga telah didampaikan oleh para Ulama, terkhusus Gresik sebagai kota dengan jumlah makam para Ulama yang sangat banyak diharapkan kedepannya Gresik menjadi yang terdepan dalam pembinaan akhlaq dan moral, menjadi pelopor bangsa dalam menghadapi krisis akhlaq dan moral.
“Ulama adalah pewaris para Nabi” (HR. At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda RA) 
 Wahyu Firmansyah 
akun IG : @wahyufirsyah


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

Ternyataa!! Gresik miliki jalan terpendek di Indonesia

Gresik menjadi kota yang penuh dengan ikon sejarah, selain memiliki 2 wali pemangku yakni Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim, juga memiliki banyak goresan tinta emas sejarah, salah satu yang perlu diketahui adalah jalan terpendek di Indonesia, seperti yang di beritakan Jawapos, bahwa Jalan H.O.S Cokromoaminoto di klaim menjadi jalan terpendek yang ada di Indonesia. “ Saya berani katakan, jalan ini (Jalan H.O.S. Cokroaminoto, red) adalah jalan terpendek di Indonesia” Kata Oemar Zainudin, pemerhati bangunan sejarah di gresik saat di wawancarai oleh jawapos. 
Panjang dari jalan tersebut hanya sekitar 50m, dan hanya membutuhkan waktu 20 detik untuk menyusurinya. Jalan tersebut berbatasan dengan jalan basuki rahmat dan jalan raden santri disisi selatan, serta disisi sebaliknya berbatasan dengan Jalan Nyai ageng arem-arem, Jalan Samanhudi dan Jalan Nyai ageng pinatih. 
Jalan tersebut di apit dengan 2 Ruko, Ruko yang pertama dibangun tahun 1902 oleh pemerintah belanda, di waktu itu (1902, red) jalan hos cokroaminoto menjadi sentra bisnis kolonial yang maju pesat, bangunan tersebut menciri khas kan desain arsitetur kolonial belanda, kontruksi bangunannya dua lantai dengan bagian atap runcing. Dan Ruko yang kedua dibangun oleh warga pribumi yang bernama asnar pada tahun 1911 dengan konsep arsitetur campuran Belanda, Tiongkok dan Jawa, Asnar terkenal sebagai pengusaha kulit yang sukses di zamanya. “Konon itu adalah konsep ruko pertama di Indonesia” ujar Pak Nood, sapaan akrab dari Oemar Zainudin. (abiqail)
Categories
Artikel

Dampak Negatif Warung Kopi Bagi Anak

Sekumpulan Bocah Cangkruk di Warkop GKB
NGOPI bukan hal baru di Gresik, hampir setiap jalan besar maupun kecil WARKOP (Warung Kopi) berjamuran menjajakan dagangannya. Gresik sebagai kota SANTRI (Kawasan Industri) pastinya banyak para pekerja dalam maupun luar daerah membuang lelah setelah seharian bekerja di warung kopi. 
Namun apa jadinya apabila ngopi di lakukan anak yang masih berusia kurang dari 10 tahun di jam malam.

Sabtu malam minggu tepatnya jam 8.30 Ketika saya beranjak ke warung kopi yang berada di timur supermarket besar di daerah GKB Gresik. Saya melihat sekumpulan anak kecil nongkrong layaknya orang dewasa. Secangkir kopi dan gorengan menjadi temannya. Dengan fasilitas Free Wifi membuat tambah betah si bocah untuk berlama-lama di warung sambil bermain game di Smartfone nya. 

Dengan sedikit penasaran saya bertanya penjaga warung. itu anak tinggalnya dekat warung mas, seminggu biasanya 2 kali kesini. Kadang malam sabtu, kadang malam minggu, kalau engak di jemput ibuknya ya gak pulang “ujar penjaga warung.
Setelah jam menunjukkan pukul 10 malam sedikit terbesit di benak saya. Orang tuanya dimana ya. Kok tidak mencari. Barulah pukul 10.15 ibu salah satu anak tersebut datang menjemput anak. Sekumpulan anak yang asik bermain juga ikut pulang. 
Kebiasaan ini sangatlah memprihatinkan, anak yang seharusnya mendapat bimbingan pelajaran kehidupan dari keluarga, malah keluyuran tertemu dengan orang-orang dewasa para perokok aktif. Belum lagi dampak smartfone mereka. Hanya mengetik huruf “x” sebanyak 3x berbagai situs dan gambar yang tidak pantas bermunculan. 
Maka dari itu perhatikanlah anak-anak kita, jangan sampai generasi penerus bangsa kita hancur karena kurang pengawasan dan smartfone. Awasi setiap aktifitas mereka, karena anak adalah harta termahal dan menjadi penolong di kemudian hari nanti. 
Ditulis : Wildan Icksani


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

Perspektif Sejarah dan Hari Jadi Gresik

Giri Kedaton Gresik
Hari jadi suatu kota pada prinsipnya adalah sebuah pilihan yang berasal dari masyarakat. Pendekatan ilmiah teknis pada dasarnya hanyalah merupakan alat atau sarana untuk menjamin bahwa pilihan itu mencerminkan sebuah obyektivitas. Hal ini pula yang mendasari penetapan hari jadi kota Gresik tepat pada “9 Maret”. 
Berdasarkan pertimbangan pada aspek ilmiah teoritis dan aspek emosional idealis, maka hari jadi kota Gresik ditetapkan dari titik awal yang memotori penampilannya sebagai pusat wilayah perjuangan hidup diwarnai aspirasi dinamika budaya dan semangat swasembada serta patriotism relegiusitas masyarakat pendukungnya, maka jelas pilihannya ialah dari kurun masa pemerintahan Syeikh Maulana Ainul Yaqin “Sunan Giri” dengan sebutan ”Prabu Satmoto”. 
Beberapa faktor yang memperkuat pemikiran diatas adalah masa pemerintahan “Sunan Giri” merupakan titik awal dari segala kegiatan yang diteruskan oleh generasi penggantinya hingga “Panembahan Kawisguwa” dimana kasunanan Giri V ditaklukan oleh Mataram. Kekalahan Giri oleh Mataram hanya bersifat politis semata hal ini dibuktikan dengan aspirasi dinamika budaya dan semangat swasembada patriotik religious masyarakat yang tetap kokoh
Perlawanan terhadap Belanda secara habis-habisan pada perang Trunujoyo (1675) menjadi bukti kepatriotan masyarakat Giri Gisik “Gresik”. 
Selain itu Gresik tidak pernah kehilangan semangat dan keimanan Islamnya sampai kini berkat binaan Waliyullah dan para Mubaligh, khususnya Syekh Maulana Malik Ibrahim “Sunan Gresik”, Sayyid Ali Murtadlo “Sunan Gisik”, Syekh Maulan Ainul Yaqin “Sunan Giri”, dan Syekh Maulana Fatichal “Sunan Prapen”.
Sunan Giri merupakan anak angkat saudagar kaya sholehah yang merupakan penguasa pelabuhan Gresik “Nyai Ageng Pinatih”. 
Selanjutnya berguru pada Sayyid Ali Rahmatullah “Sunan Ampel” dan dilanjutkan berguru pada ayahanda beliau “Syeikh Maulana Ishaq” dan mendapat amanah mendirikan sebuah tempat pusat tempat dakwah yang nantinya dikenal dengan istilah “Pesantren” yang letaknya diatas sebuah bukit di dusun Kedaton, desa Sidomukti dengan kekuasaan yang beribukota di “Giri Kedaton”. 
Selain sebagai penguasa yang bebas dan merdeka, Sunan Giri berhasil membangun serta memiliki perangkat pemerintahan baik rohani maupun duniawi. Beliau juga berhasil mempersatukan para bupati pesisir dibawah pengayoman penguasa – penguasa mslim sepanjang kota-kota pesisir antara Surabaya hingga Blambangan. 
Sebagai ibukota pemerintahan Gresik, Giri Kedaton secara historis dan arkeologis telah terbukti keberadaannya. Hasil penggalian arkeologis oleh Dinas Purbakala (1997) telah mampu menjelaskan komposisi tata letak pemukiman ibukota Giri Kedaton yang disertai stratifikasi social di dalamnya serta bentuk pemerintahan yang berlaku kala itu.
Saat yang paling tepat dari kurun waktu pemerintahan Sunan Giri untuk dijadikan momentum hari jadi kota Gresik ialah saat “Penobatan” Sunan Giri sebagai penguasa “Prabu” yakni tanggal 12 Rabi’ul Awal 894 Hijriyah yang bertepatan pada tanggal 9 Maret 1487 Masehi. 
Referensi :
Anonim. 1991. Kota Gresik Sebuah Petspektif Sejarah dan Hari Jadi. Gresik : Pemkab Gresik
Ditulis Oleh Wahyu Firmansyah
Mahasiswa Asal Gresik
Kulian di UPN Surabaya 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

6 Kesalahan Fatal Fresh Graduate Sebelum Interview

Ilustrasi @tipskarir  
Mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan menjadi idaman setiap orang, setelah setumpuk surat lamaran kerja anda buat di masukkan ke berbagai perusahaan. Panggilan interview menghampiri anda, banyak sekali kesalahan-kesalahan yang di lakukan terutama seorang fresh graduate. Berikut saya ringkas dalam 6 Kesalahan Fatal Fresh Graduate Sebelum Interview 
1. Datang tidak OnTime 
Datang tepat waktu menjadi penilaian utama seorang HRD terhadap diri anda. Bila untuk interview saja tidak tepat waktu, bagaimana waktu bekerja nanti..!!, mungkin ini pikiran seorang HRD terhadap diri anda. datanglah 30 menit lebih awal sebelum jam interview. Dan pastinya anda akan lebih siap secara fisik dan mental. 
2. Berpenampilan Alakadarnya 
“AJINE ROGO SOGO BUSONO” istilah ini tepat untuk menggambarkan diri kita. Pribadi anda akan tercermin dari bagaimana anda berpenampilan. bila anda berpenampilan rapi, sudah pasti anda akan bekerja dengan teratur, tersusun dan terencana. Dengan menyiapkan baju minimal pada malam hari, anda sudah siap secara penampilan, dan pastinya akan menambah percaya diri ketika akan interview. 
3. Pegang HP terus 
Hp memang teman setiap orang untuk menghubungkan di dunia luar dimanapun mereka berada, termasuk akan interview. Ketika menunggu waktu interview berjam-jam banyak pelamar fresh graduate menghilangkan kejenuhan dengan bermain HP, siapapun yang anda hubungi atau sosmed apa yang anda buka, HRD akan menilai negative terhadap diri anda. Mematikan Hp dan memasukkan ke dalam tas adalah solusi terbaik agar HRD menilai anda sungguh sungguh untuk melamar kerja. 
4. Tidak mengetahui profile perusahaan 
Ketika anda melamar sebagai seorang marketing atau pekerjaan yang lain, pengetahuan anda terhadap perusahaan sudah pasti di tanyakan. Bila hanya profile perusahaan saja anda tidak tau, ini bisa menjadi kesalahan ini fatal, karena akan membuat pewawancara jengkel. Misalnya ketika ditanya, “Anda tahu perusahaan ini bergerak di bidang apa..??”. Jangan sampai anda menggeleng tidak tahu. Sisihkanlah waktu 1 hari sebelum Hari H wawancara untuk mencari informasi tentang perusahaan bersangkutan lewat internet atau yang lain. Semakin detail kita tahu, semakin baik. 
5. Tidak Membawa Bolpoin 
Setelah anda datang anda akan mengisi Form Daftar hadir dan biasanya langsung mengisi Form data pribadi. Tak cukup itu, tes tulis dan Psikotes juga langsung di laksanakan. Apa jadinya bila anda tidak membawa Bolpoin. Apakah anda akan meminjam pada sesame pelamar/ HRD yang mengetes anda.??. jadilah pelamar yang cerdas dengan membawalah bolpoin secukupnya. Dengan begini anda akan lebih siap ketika masuk ruangan interview 
6. Merokok sebelum berangkat interview 
Sadarkah anda ketika merokok bau mulut kita kurang sedap, apa lagi perokok aktif yang tidak bisa hidup tanpa rokok. Merokok memang bisa menurunkan stress dan lebih fress ketika akan interview, tapi sadarkah anda bila kebiasaan anda ini bisa menjadi petaka ketika interview, apa lagi anda melamar sebagai seorang Custemer service yang setiap hari bertemu dengan customer, 90% perusahaan tidak akan menerima anda.

Demikianlah 6 Kesalahan Fatal Fresh Graduate Sebelum Interview, semoga dengan membaca artikel saya. Bisa meningkatkan persiapkan anda ketika akan interview.

Wildan Icksani

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

MENGUPAS GRESIK DI BALIK GEMERLAP KOTA INDUSTRI

MENGUPAS GRESIK DI BALIK GEMERLAP KOTA INDUSTRI 
Oleh: Yoga Dwi Oktavianda 
Aktifitas Sehari Hari Warga Gresik
Kabupaten Gresik merupakan sebuah kota kecil di provinsi Jawa timur. Berdasarkan data Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Sosial Kabupaten Gresik jumlah penduduk Kabupaten Gresik pada akhir tahun 2012 sebesar 1.307.995 jiwa yang terdiri dari 658.786 laki-laki dan 649.209 perempuan. Dengan luas wilayah Kabupaten Gresik sebesar 1.191,25/Km² maka tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Gresik adalah 1.098 jiwa/Km², cukup padat mengingat Gresik hanyalah sebuah kota kecil. 
Kabupaten Gresik memiliki julukan sebagai kota “Santri”. Kata “Santri” di sini bukanlah dalam arti yang sebenarnya, melainkan sebuah singkatan dari julukan “Kawasan Industri”. Banyak masyarakat di Kabupaten ini sangat menggatungkan diri pada kegiatan industri di Gresik. Bukan hanya masyarakat asli Gresik, namun banyak juga para pendatang dari luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri yang memiliki mata pencaharian pada bidang industri di Gresik, termasuk orang tua saya yang bekerja di PT Petrokimia Gresik sejak 25 tahun silam. 
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menegah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Gresik, jumlah usaha kecil di Gresik berkisar 740, usaha menengah berkisar 180, dan usaha besar berkisar 80 usaha. Dengan banyaknya usaha di Kabupaten Gresik tersebut, baik usaha kecil, menengah, dan besar, pasti akan meningkatkan pendapatan daerah sekaligus dapat lebih menyejahterakan masyarakat sekitarnya. Selain berakibat positif bagi daerah, usaha-usaha perindustrian di Kabupaten Gresik juga akan menimbulkan berbagai masalah, mulai dari masalah lingkungan, kesehatan, kependudukan, hingga masalah-masalah sosial lain yang akan merubah pola hidup masyarakat kabupaten ini. 
Dalam tulisan ini, saya akan memaparkan apa saja masalah-masalah sosial yang telah terjadi di kota kelahiran saya ini. Secara garis besar masalah sosial yang terjadi akibat banyaknya kegiatan industri di Gresik terbagi menjadi empat, yakni masalah kependudukan, budaya, lingkungan, dan kesehatan. 
MASALAH KEPENDUDUKAN 
Besarnya industri di Gresik sangat menggiurkan bagi perantau-perantau dari daerah lain untuk mencari pekerjaan yang layak. Banyaknya pendatang ini selain akan menambah jumlah tenaga kerja di Gresik, mereka juga akan memperpadat wilayah Gresik. Penduduk yang terpusat di wilayah kota juga menjadi masalah bagi kabupaten Gresik, hal ini disebabkan oleh banyaknya kegiatan industri di wilayah kota dan tidak tersebar merata di seluruh wilayah Gresik. 
Terpusatnya kegiatan industri di wilayah kota menyebabkan pembangunan di wilayah tersebut berkembang pesat, banyak infrastruktur mulai dari rumah sakit, sekolah, perumahan, dan lain-lain yang dibangun di daerah tersebut. Hal ini menyebabkan terbengkalainya pembangunan di daerah lain. Untungnya, pemerintah daerah telah menyadari hal tersebut dan berniat akan membangun kota satelit di kecamatan lain yang jauh dari wilayah kota. Kegiatan industri di Gresik terpusat di beberapa kecamatan, yakni kecamatan Gresik, Manyar, dan Kebomas. Dari 18 kecamatan, kegiatan industri besar hanya terpusat hanya di tiga kecamatan tersebut. 
Akses transportasi dan infrastruktur yang kurang memadai menyebabkan masyarakat enggan untuk tinggal di kecamatan-kecamatan yang hanya dijamah oleh industri kecil. Kalau bukan penduduk asli, mereka pasti tidak ada keinginan untuk tinggal di sana. Infrastruktur yang kurang memadai juga menyebabkan ketertinggalan masyarakat, baik pendidikan maupun kesehatan mereka. Intinya, masalah kependudukan di kabupaten Gresik adalah tidak ratanya pertumbuhan penduduk antara kecamatan pusat yang memiliki industri besar dengan kecamatan-kecamatan lain. 
MASALAH BUDAYA 
Banyaknya pendatang yang merantau ke Gresik sangat berandil besar dalam perubahan pola pikir masyarakat. Perubahan mendasar dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Selain masyarakat Gresik dapat memperluas wawasan mereka, perubahan tersebut juga menimbulkan dampak negatif, seperti banyaknya restoran cepat saji yang dibangun di kota ini. 
Masyarakat yang heterogen menyebabkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan kesehatan sedikit berkurang. Gaya hidup modern menyebabkan masyarakat yang tadinya merusak tubuhnya hanya dengan rokok saja, sekarang telah ditambah dengan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Banyaknya pendatang juga merubah pola pikir dari hanya menggunakan sepeda atau angkutan kota, sekarang berubah menjadi kendaraan pribadi yang sama sekali tidak ramah terhadap lingkungan. Bukan lagi orang dewasa saja yang merokok tapi sekarang telah merambah di kalangan remaja, bahkan anak-anak dan balita. 
Akhir-akhir ini juga sering terdengar masalah kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba dan hamil di luar nikah. Sangat prihatin jika saya membandingkan kota kelahiran saya yang dulu dengan sekarang. Pendatang yang bukan hanya dari luar kota, namun juga dari luar negeri menyebabkan remaja di Gresik sangat mudah terpengaruh sehingga terjerumus pada dunia yang suram. Dua tahun lalu, siswa SMA swasta tertangkap polisi karena akan mengaborsi kandungannya. Kejadian tersebut juga terulang beberapa bulan terakhir dan pelakunya dari sekolah yang sama. Padahal SMA tersebut merupakan sekolah yang berwawasan agama. Tahun lalu, remaja berusia 16 tahun tertangkap polisi karena mengedarkan narkoba. Sungguh miris hati ini, jika tahu mereka berbuat demikian di kota kelahiran saya, bahkan salah satu dari mereka adalah tetangga saya. Perubahan budaya yang sangat segnifikan ini terjadi di kota industri yang berhias iman ini. Bukan hanya perubahan ke arah lebih baik, namun lebih cenderung ke arah yang lebih buruk. 
MASALAH LINGKUNGAN 
Saya yakin Anda pasti tahu bagaimana kondisi lingkungan di Gresik. Ya, kondisi lingkungan di kabupaten ini sangat memprihatinkan. Banyaknya industri merupakan faktor penyebab paling dominan dalam munculnya pecemaran lingkungan. Banyak pabrik kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya, mereka hanya memikirkan keuntungan, keuntungan, dan keuntungan dalam usahanya. Polusi ada dimana-mana, baik polusi udara, air, tanah, bahkan polusi suara. Tidak heran jika banyak masyarakat melakukan demonstrasi apabila terdapat pembangunan industri baru, industri yang lama berdiri saja masih menjadi sasaran demonstrasi. 
Setiap malam warga harus merasakan bau ammonia sangat menyengat yang dihasilkan oleh pabrik. Mayoritas pabrik-pabrik di sekitar pemukiman warga beroperasi pada malam hari. Bukan hanya polusi udara, polusi air juga sangat nampak. Air PDAM di beberapa wilayah menjadi keruh, ada pula yang mengandung banyak kaporit hingga baunya dapat tercium. Ketika musim kemarau datang, PDAM pasti tidak memiliki stok air untuk warga. Daerah resapan air tanah telah berkurang sehingga warga tidak bisa lagi memiliki alternatif sumber air dan sangat bergantung pada PDAM. 
Meskipun Gresik memiliki perusahaan pupuk terbesar di Indonesia, tidak dapat dipungkiri lagi tanah di Gresik telah tercemar oleh banyak zat kimia. Pupuk buatan, pestisida, dan bahan-bahan kimia lain telah menjadi konsumsi sehari-hari para petani di Gresik. Memang produk yang dihasilkan meningkat tajam, namun penggunaan yang berlebihan akan merusak alam. Banyak pabrik yang belum memiliki alat untuk mensterilkan limbah dan langsung membuangnya melalui air maupun udara, hal ini merupakan penyebab dari semua pencemaran yang telah terjadi di kota industri ini. 
MASALAH KESEHATAN 
Masalah kesehatan adalah pokok masalah dari masalah-masalah lain. Semua masalah akan berujung pada permasalahan kesehatan masyarakat. Industri besar, pendapatan besar, semua tidak berarti apabila kesehatan kita terganggu. Kesehatan adalah nikmat yang paling berharga, jika kita tidak sehat maka kita tak dapat lagi menikmati nikmat-nikmat lain dari-Nya. 
Banyak penyakit yang mulai muncul akibat dari kegiatan industri, mulai dari penyakit pernapasan, kulit, reproduksi, hingga munculnya kanker. Penyakit yang paling banyak diderita warga akibat kegiatan industri adalah gangguan pernapasan. Pencemaran yang paling dominan di Gresik adalah pencemaran udara. Oleh sebab itu, banyak warga yang mengaku menderita sesak nafas hingga penyakit pernapasan kronis, seperti kanker paru-paru. Penyakit kulit juga banyak mewabah akibat pecemaran lingkungan, khususnya pencemaran air. Selain disebabkan oleh pencemaran akibat industri, penyakit yang jarang muncul juga dapat diderita akibat gaya hidup masyarakat yang tidak lagi sehat. Pola hidup tidak sehat dapat memicu tumbuhnya kanker yang dapat membunuh kita sewaktu-waktu. Rumah sakit memang telah banyak dibangun, namun tidaklah mencegah itu lebih baik daripada mengobati. 
Akhir-akhir ini sering terjadi kebocoran pipa gas pabrik yang dapat mengganggu bahkan mengancam kesehatan warga. Pada tanggal 7 Juli 2013 lalu misalnya, telah terjadi masalah kebocoran pipa PT Smelting yang mengandung gas sulfur dioksida. Perusahaan tersebut hanya memberi uang permintaan maaf pada warga. Dari kejadian tersebut 119 orang dilarikan ke RS Petrokimia dan sebanyak 200 orang dievakuasi dari tempat kejadian. Sungguh miris jika kita mengetahui hal ini, banyak warga yang dikorbankan demi peningkatan pendapatan daerah. Seharusnya perusahaan industri di Gresik harus dapat menjamin kesehatan warga sekitar sebelum mendirikan perusahaannya di kota santri ini.
Masalah di atas hanyalah sedikit gambaran mengenai kondisi kota kelahiran saya. Masih ada banyak masalah lain di sana, namun pada kesempatan ini hanyalah masalah tersebut yang dapat saya paparkan. 
Refrensi
http://gresikkab.go.id/profil/demografi
Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik. Gresik Dalam Angka 2012. Gresik: BPS Kab. Gresik; 2012.