Categories
Artikel

Puluhan Botol Miras Warung Peganden Berhasil Disita Polisi

Barang bukti polisi 
Aparat Kepolisian Gresik bertindak sigap dan cepat melalui Polsek Manyar akhirnya berhasil menyita puluhan minuman keras (miras) dari berbagai jenis.

Kapolsek Manyar AKP Mulyono mengatakan, puluhan botol miras tersebut diamankan dari warung milik Samsul Arifin (29), warga asal Desa Peganden, Kecamatan Manyar.

“Ada 32 botol miras bir hitam dan 4 botol toak yang kami amankan saat digelar operasi pekat masyarakat,” Ujarnya Minggu (15/11/2015) seperti dikutip dari beritajatim.com. 

Ditambahkan AKP Mulyono, alasan digelarnya operasi pekat masyarakat. Sebab, tindak pidana kriminalitas diawali dengan adanya konsumsi miras.

“Kami fokus memberantas miras dan tidak pandang bulu siapa pemiliknya,” tambahnya. 

Operasi pekat masyarakat lanjut AKP Mulyono, bakal terus digelar tidak hanya di Desa Peganden melainkan di desa lain khususnya warung yang menyediakan miras.

“Masyarakat tidak usah takut jika melihat ada warung yang memperjualbelikan miras. Silakan dilaporkan kami segera menindaklanjuti,” pungkasnya

[post_ads]

sumber : beritajatim.com

Categories
Artikel

Innalillah… Seorang Nenek ditusuk Orang Gila

Seorang nenek ditusuk oleh orang gila
Kabar pilu datang dari kabupaten Sidoarjo berawal dari seorang Netizen bernama Doni Prasetya Kyoichi melalui akun Facebooknya menulis kisahnya melihat seorang nenek yang ditusuk pisau dibagian punggung. 
Diduga pelaku penusukan tersebut adalah orang gila yang biasa mengganggu pejalan kaki didaerah sekitar kejadian.

Doni menulis, pada pukul 9.10 WIB dirinya sedang ke arah Tanggulangin dari Surabaya. Dalam perjalanan dinasnya itu, Doni menyempatkan berhenti untuk melihat handphone (HP), di daerah sekitar Candi, 100 meter sebelum pabrik gula. Ketika Doni sedang asyik membuka HP, tiba-tiba ada seorang nenek yang berjalan sempoyongan dengan pisau di punggungnya. 

“saya mendengar dr belakang suara lirih seorang wanita meminta tolong. Ternyata saat saya toleh sungguh kaget… tepat dibelakang saya ada nenek2 mungkin sekitar 70 tahunan jalan sempoyongan dengan punggung tertusuk pisau. Kl saya lihat dr kedalaman pisau. Mungkin nancap 20cm. Dan mengeluarkan banyak darah. Ngeri.. dr dekat terlihat daging sobek mengeluarkan banyak darah bercampur kain,” tulisnya.

Nenek tersebut, lanjut Doni, sempat mengatakan sesuatu dengan lirih. Namun, Doni mengaku tidak memahami perkataannya. “Langsung saja sontak saya tolong beliau dibantu 1pengendara yg lewat dan menyempatkan berhenti disitu. Dan ada 1satpam juga daerah situ ikut datang mendekat,” tambahnya. 

Menurut Doni, sepertinya nenek itu tidak sadar dengan kejadian yang menimpanya. “Bagaimana tidak menurut satpam yg melihat tadi.. si nenek ditusuk pisau dr belakang oleh orang gila(wanita) saat sinenek itu sedang menunggu angkot dipinggir jalan. Orang gila tadi langsung lari dan hingga saat ini belum ditemukan. Apalagi orang2 disana mengatakan orang gila itu sering kadang memukul orang lewat. Kadang pake batu segala,” jelasnya.

Doni pun langsung mencari bantuan. Dia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polisi.

“Untung saya tau teori bahwa itu pisau tdk boleh dicabut. Jadi saya melarang untuk mencabut pisau. Krn bisa merobek syaraf dan kl terkait hukum, bisa ada sidik jari kita. 

Dan pertolongan tercepat bukan cari RS melainkan kePOLISI terlebih dahulu. Saya ke pos polisi terdekat. Untungnya polisi disidoarjo sangat sigap langsung datang keTKP bareng saya. Tdk lama juga ada pula POLISI yg naik mobil jg datang,” ujarnya.

Nenek itu pun dibawa oleh polisi ke rumah sakit. Doni mengaku, terlepas dari rasa kasihannya kepada si nenek, Doni juga menyempatkan rasa syukurnya karena bukan dirinya yang tertusuk pisau. Padahal, dia juga sedang berada di lokasi yang sama saat kejadian.

“Terlepas kasihan nasib nenek tadi. jika tidak ada nenek tadi.. mungkin saya yg ditusuk orang gila tadi. Dan… orang gila tadi sampai sekarang belum tertangkap dan masih berkeliaran..#‎berhati2lah‬ dan selalu waspada dari depan dan belakang..,” pungkasnya. 

sumber : https://www.facebook.com/tyok.kyoichi/posts/10203511103258808?pnref=story
[post_ads]
Categories
Artikel

Terbukti Hamili Anak Kandung, Bapak Bejat Diganjar 15 Tahun

Gresik – Akibat Kelakuan bejat Suliyani (36), warga Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik,harus menerima hukuman penjara 15 tahun denda Rp 60 juta, subsidair 6 bulan kurungan karena terbukti memerkosa putri kandungnya yang masih belia hingga hamil. 
Ketua Majelis Hakim Juanto dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Rabu (21/10/2015), menyebutkan, terdakwa memerkosa putrinya yang masih berusia 13 tahun.
“Terdakwa terbukti melanggar pasal 81 ayat (1) dan 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 
Putusan tersebut sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Adhyanti Purwantari.
Terdakwa Suliyani menyetubuhi anak kandungnya di rumahnya. Saat itu, saksi korban sebut saja Bunga yang masih berumur 13 tahun menonton TV di ruang tamu sekitar pukul 01.00 WIB. Kelakuan bejat tersebut terjadi sekitar September 2013-Mei 2014
sumber : tribunnews
[post_ads]
Categories
Artikel

Gara Gara “Entut” Warga Giri Yang Mabuk Ini Terancam Penjara

Gara gara mabuk Demar Marpaung, warga Jl Sunan Giri, Kelurahan Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Gresik tersinggung “kentut” adik iparnya sehingga harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.  

Dalam berkas dakwaan, diceritakan pada 27 Juni 2015 sekitar pukul 02.15 WIB, Demar sedang minum-minum miras di warung kopi milik Mulyadi, Jl Usman Sadar, Gresik. Saat sedang mabuk, adik ipar Demar, yakni Dompak Silaen, yang juga berada di warung itu salah satu penyebabnya yaitu kentut.
Jaksa Penuntut Umum Dino Kriesmiardi mendakwa tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 atau pasal 335 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), tentang larangan membawa senjata tajam. 
“Waktu itu mereka lagi menenggak minuman keras di warung milik Mulyadi. Yang membuat terdakwa naik pitam adalah ketika terdakwa mengajak ngobrol dan saksi korban kentut. Bahkan sampai tiga kali dengan mengangkat pantatnya. Merasa terhina dengan ulah saksi korban, terdakwa lalu pulang dan membawa golok berniat untuk membacok korban, ” kata jaksa Dino Kriesmiardi, saat membacakan dakwaan seperti dikutip dari tribunnews
[post_ads]
sumber : tribunnews
Categories
Artikel

Akhirnya Pelaku Pembunuhan Jl Bintan GKB Tertangkap

Pelaku pembunuhan Yakob Piter Tri Indiatmoko (54) yang terjadi di Jalan Bintan 41 Gresik Kota Baru (GKB) bernama  akhirnya tertangkap oleh Satreskim Gresik Minggu (27/09) dini hari tadi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari anggota Satreskrim Polres Gresik pembunuh bernama Ferdi (23) warga Sampang Madura. Pelaku tertangkap dini hari saat digerebek oleh tim Buser Satreskrim Polres Gresik. 
Setelah kejadian 16 September yang lalu Polisi terus memburu pelaku dengan 3 tim buser khusus menangani kasus ini, polisi terus membuntuti pelaku yang diduga bersembunyi di daerah Pasar Turi Surabaya. 

[post_ads]

sumber : metropantura.com 
Categories
Artikel

Pencuri Sepeda Profesional Kepergok Warga GSP

Gresik – Pencuri profesional sepeda motor tidak berkutik ketika masuk Perum Griya Suci Permai (GSP) pasalnya Munif (34) kepergok ketika akan mencuri Yamaha Vixion milik warga GSP Blok F/22 kejadian ini berlangsung pada (23/09)
Sepeda motor yang diketahui milik salah satu tukang yang sedang menggarap salah satu bangunan di GSP, sebelum melakukan aksinya pencuri kepergok oleh tukang lainnya sehingga di kejar dan menerima bogem mentah 
“Beberapa TKP diantaranya
2 kali di Samsat, 2 kali di
Kartini yang terakhir di Yamaha
Vixion di GSP,”  ujar Kapolsek ManyarAKBP Mulyono
[post_ads]
Categories
Artikel

Mengenaskan, Berawal dari Pembullyan Seorang Anak Meninggal

Kisah sedih mewarnai pemberitaan Indonesia beberapa hari ini seorang anak bernama Noor Anggrah Ardiansyah (8 th) meninggal karena berkelahi dengan temannya Jumat 18/09 di SDN 07 Pagi Kebayoran Lama, bertepatan dengan lomba menggambar yang diadakan di sekolah
Menurut keterangan saksi yang dikumpulkan kejadian memilukan ini berawal dari saling ejek , seperti disampaikan Wahyu Hadiningrat Kapolres  Metro Jakarta Selatan. beliau juga menjelaskan terkait tindakan selanjutnya “sesuai sistem peradilan anak, anak dibawah 12 tahun dalam proses penyidikan akan dikembalikan kepada orang tua” jelas Wahyu seperti dikutip Jawapos (20/09)

“Kalau melihat anak didiknya suka membully atau bertengkar atau agresif
yang tidak positif, guru harus waspada dan mengawasi. Diawasi oleh
sekolah, guru, juga teman-temannya” ujar kak seto seperti dikutip dari
detikcom
Perilaku suka membully sejak kecil sepertinya perlu diwaspadai baik orang tua, maupun lingkungan sekolah dalam memperlakukan seorang anak, sifat buruk ini harus dimusnahkan sejak kecil, jangan justru dibiarkan yang akan berefek buruk  
[post_ads]
Categories
Artikel

Pelaku Pembunuhan GKB Teridentifikasi

Gresik – Sehari setelah kejadian pihak kepolisian Gresik berhasil mengidentifikasi pelaku pembunuhan Yakob Piter Triindiatmoko (54) yang tinggal di Jalan Bintan GKB, walaupun tidak menyebutkan secara rinci pihak kepolisian Gresik sudah membentuk 3 tm buser satreskim untuk memburu pelaku pembunuhan tersebut
Mengenai ciri ciri pelaku berdasarkan pemaparan AKBP Ady Wibowo yang dikutip dari harian radar Gresik mengungkapkan beberapa identifikasi pelaku yang memiliki ciri antara lain  :

– Pelaku kemungkinan biasa mencuri di kawasan jl Bintan
– Pelaku berlogat madura
– Spesialisasi pelaku jika kepergok tak segan melukai korban, bahkan membunuh jika kepepet

Pembunuhan GKB Versi Warga 

Menurut versi beberapa warga yang tidak mau disebutkan identitasnya, pembunuhan di Jalan Bintan ini ada hubungannya dengan pekerjaan di PT Petrokimia

“Biasalah di lingkungan perusahaan
Pak Moko itu pejabatnya saling
sikut. Bahkan beberapa warga menyebut
sampai terjadi perang santet
gara-gara rebutan jabatan,” ujar
sumber perempuan yang sehari-hari
berdagang ketan di GKB seperti dikutip dari radar Gresik (18/09)

[post_ads]
Kasus pencurian dan pembunuhan warga Bintan ini bisa menjadi pelajaran bagi warga setempat, selain tidak ada siskamling di area tersebut juga tidak ada satpam yang rutin menjaga

Categories
Artikel

Kronologi Pembunuhan dan Pencurian Karyawan Petro di GKB

Berikut Kronologi Pembunuhan dan Pencurian yang memakan korban Yakob Piter Triindiatmoko (54) Karyawan Petro di GKB berdasarkan pernyataan Wakapolres Kompol Indra Mardiana yang diberitakan oleh portal online beritajatim

Rumah korban Jalan Bintan GKB

  • Wakapolres Polres Gresik Kompol Indra Mardiana mengatakan, berdasarkan olah TKP, pelaku diduga seorang diri melakukan aksinya di rumah korban di Perum GKB Jalan Bintan 40 Gresik. 
  • Sekitar pukul 2 dini hari pelaku masuk melalui jendela
  • Korban memergoki pelaku dan berkelahi
  • Pelaku menghunjamkan pisau lipat ke dada sebelah kiri dan kepala
  • Setelah itu melarikan diri 
  • Mengetahui kondisi korban, Istri meminta bantuan tetangga 
  • Korban yang bekerja di PT Petrokimia Kayaku itu kemudian dibawa ke RS Semen Gresik

“Hasil olah TKP pelaku masuk ke rumah korban melalui jendela. Selanjutnya, sempat turun di lantai satu. Melihat ada dua ponsel tergeletak di meja pelaku mencuri. Namun, pada saat itu kepergok korban. Pelaku dan korban sempat berkelahi. Karena terdesak pelaku kemudian menghujamkan pisau lipatnya ke dada korban di sebelah kiri, dan bagian kepala. Korban tersungkur berlumuran darah, dan diketahui istri dan anak korban,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (16/9/2015) seperti dikutip dari beritajatimcom
Kompol Indra Mardiana juga menjelaskan, saat ini anggota dari Satreskrim Polres Gresik masih melakukan penyelidikan dan mengambil barang bukti milik pelaku dan korban.

“Beberapa barang bukti sudah diamankan di antaranya sandal, tas, pisau lipat, dan sarung milik korban,” paparnya.

Semoga bermanfaat informasi ini “Kronologi Pembunuhan dan Pencurian Karyawan Petro di GKB”, keterangan gambar diambil dari detikcom


[post_ads]

Categories
Artikel

Innalillah, Pembunuhan Terjadi di Jalan Bintan GKB

Kabar duka menyelimuti kota Gresik pagi ini (16/09) telah terjadi pembunuhan berlokasi di jalan Bintan 41 Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Moko yang diketahui sebagai karyawan Petro Kayaku menjadi korban semalam sekitar jam 2.30. menurut facebooker bernama mie jawa jenazah akan dikebumikan di Klaten Jawa Tengah. 
” Dolor, situasi koyo ngene kudu eling lan waspodo. Masio akeh PHK-an, ekonomi lesu lan tetek bengek’e, monggo tansah eling Gusti Allah Kang Moho Murbeing Dumadi.
Ojo cupet lehmu golek duwek halal. AYO” begitu ungkapnya mengingatkan kepada kita semua 
Sampai tulisan ini dibuat belum ada keterangan resmi terkait penyebab pembunuhan,
[post_ads]