INIGRESIK – Muhammad Anhar Gusnani, seniman muda asal Gresik, mencuri perhatian nasional setelah terpilih sebagai satu dari 22 pemenang utama lomba desain kemasan Teh Botol Sosro tahun 2025. Dalam kompetisi yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari seluruh Indonesia, Anhar mengangkat seni tradisional Damar Kurung sebagai identitas visual utama karyanya.
Anhar mulai mendalami Damar Kurung pada 2021, setelah masa pandemi COVID-19. Keputusannya menekuni seni tradisi khas Gresik itu sempat diragukan banyak pihak. Damar Kurung selama ini lebih dikenal sebagai lampion hiasan, bukan sebagai medium ekspresi seni yang bernilai ekonomi tinggi.
Keraguan tersebut tidak menyurutkan langkahnya. Dengan keterbatasan peralatan, Anhar bahkan hanya menggunakan telepon genggam untuk membuat desain digital karena belum memiliki tablet atau laptop. Meski demikian, karyanya mampu bersaing dan akhirnya menembus seleksi nasional.
Dalam lomba desain kemasan Teh Botol Sosro 2025, ia mengusung tema Kebaikan Pemuda-Pemudi. Konsep tersebut menggambarkan nilai-nilai moral dan aktivitas positif generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Visualisasi khas Damar Kurung yang penuh warna dan narasi menjadi pembeda kuat dibanding desain lain.
Damar Kurung sendiri bukan sekadar lampion. Seni ini memiliki bahasa rupa yang sudah dikenal sejak abad ke-16. Setiap lukisan memiliki cara baca tersendiri. Jika menceritakan aktivitas harian, gambar dibaca searah jarum jam. Namun jika berkisah tentang tema sakral atau keagamaan, pembacaannya berlawanan arah jarum jam, menyerupai arah membaca huruf Arab dari kanan ke kiri. Kekayaan filosofi inilah yang menjadi daya tarik sekaligus kekuatan naratif karya Anhar.
Tidak berhenti pada kompetisi, Anhar juga memodernisasi Damar Kurung melalui pengembangan produk ekonomi kreatif. Motif-motif khas tersebut kini diaplikasikan pada kemeja, tas, dan berbagai produk fesyen agar bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi ini membuat Damar Kurung tidak lagi terbatas sebagai dekorasi tradisional, melainkan hadir sebagai identitas budaya yang adaptif dengan tren masa kini.
Pemasaran produknya dilakukan secara digital melalui media sosial Instagram dan TikTok dengan nama akun DamarkurungGresik. Pendekatan ini membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan warisan budaya Gresik kepada generasi muda.
Kisah Anhar menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi dan ekonomi kreatif. Ia juga berpesan kepada para seniman muda agar tidak minder dengan gaya lukisan sendiri dan terus konsisten membangun identitas karya.
Keberhasilan Muhammad Anhar Gusnani menembus panggung nasional membuktikan bahwa seni tradisional seperti Damar Kurung memiliki potensi besar jika dikelola secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Dari Gresik untuk Indonesia, warisan budaya lokal kini menemukan napas baru di tengah industri kreatif modern.

